Memperpanjang Daya Tahan Baterai Laptop

baterai laptop

Ilustrasi: baterai laptop tahan lama

Berapa lama daya tahan baterai laptop yang ideal? Jawaban setiap orang bisa berbeda-beda, kendati banyak vendor laptop membekali laptop mereka dengan baterai berdaya tahan tinggi. Artinya, beberapa jenis laptop memang benar-benar didesain untuk bisa hidup dalam jangka waktu lebih panjang (misalnya: ThinkPad X260 yang disebut-sebut bisa bertahan selama 17 jam pemakaian). Jadi, untuk apa pusing-pusing dengan upaya memperpanjang daya tahan baterai laptop?

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk memperpanjang daya tahan baterai, terutama saat kamu menghadapi situasi di mana baterai laptopmu hampir mati dan kamu mesti menghadapi deadline pekerjaan yang datang dua jam lagi. Sampai di titik ini kami bermaksud memperlihatkan petunjuk mengenai cara memperpanjang daya tahan baterai laptop supaya kamu tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat baterai.

Beginilah beberapa cara untuk memperpanjang daya hidup laptopmu:

  1. Aktifkan fitur Battery Saver atau eco mode pada laptop

Sebagian besar Eco Mode dan fitur Battery Saver bakal menyajikan perubahan otomatis guna memperpanjang daya hidup baterai laptop. Fitur ini pada dasarnya membantu pengaturan laptopmu dan mengubah pengaturan beberapa komponen hingga berada dalam keadaan rendah-daya. Cara ini akan membantu laptopmu mempertahankan setiap tetes daya baterai yang tersisa, supaya ia bisa hidup lebih lama.

Akan tetapi menghidupkan fitur ini saja tidak cukup, sebab masih ada beberapa hal lain yang perlu kamu lakukan untuk menaikkan nilai efisiensi baterai laptop. Misalnya: kamu bisa mematikan beberapa fungsi laptop yang tidak penting, atau mengubah pengaturan tertentu untuk mereduksi konsumsi daya. Lalu kamu juga bisa mematikan beberapa macam aplikasi dan proses yang tidak diperlukan, supaya aktivitas laptopmu bekerja hanya dengan menggunakan sedikit daya.

2. Matikan port dan perangkat keras yang tidak digunakan

Ini adalah cara termudah untuk mengurangi penggunaan daya. Setiap komponen di dalam laptopmu membutuhkan daya supaya mereka bisa berfungsi, namun ini tidak berarti kamu membutuhkan semua perangkat keras dalam satu waktu. Mulailah dengan mencopot hard drive eksternal yang terpasang di laptop (USB dan HD eksternal, misalnya) dan matikan fungsi yang memakan banyak daya seperti Wi-Fi, Bluetooth, mouse tambahan yang tidak digunakan, serta kartu grafis tambahan yang malah jauh lebih rendah speknya dibandingkan kartu grafis bawaan laptopmu.

Akan tetapi sebelum melakukannya kamu perlu memastikan bahwa perangkat yang akan dilepas benar-benar tidak digunakan, atau tidak esensial untuk digunakan. Dengan kata lain, pastikan bahwa perangkat yang akan dilepas tidak mempengaruhi kinerja laptop secara keseluruhan. Akan sangat konyol bila kamu melepas SSD atau HD internal, misalnya, yang justru kamu gunakan untuk memastikan OS dalam laptop bekerja.

Untuk mematikan fungsi perangkat keras di sistem Windows sebetulnya mudah. Bukalah Control Panel OS dan temukan menu Device Manager. Di dalamnya kamu akan menemukan komponen individual yang dikelompokkan ke beberapa kategori. Sebagai contoh: Network Adapters biasanya terdiri dari beberapa kategori seperti LAN adapter, yang menyediakan konektivitas Wi-Fi, pengaturan jaringan Wi-Fi, dan lain sebagainya.
Setidaknya ada beberapa kandidat perangkat keras yang bisa dimatikan, antara lain kartu grafis (biasanya ditemukan di bawah Display Adapters), Wi-Fi adapters (di bawah opsi Network Adapters), dan optical drive (di bawah opsi DVD/CD-ROM Drives). Pilih perangkat yang mau kamu matikan dengan cara melakukan klik kanan di device name dan pilih “Disable” dari menu yang muncul.
Itulah dia dua cara utama untuk menghemat pemakaian baterai laptop. Dan rasanya kami mencukupkan diri dengan dua cara dulu. Kami bakal menyimpan tips yang sama untuk disuguhkan lain waktu.
loading...

Tinggalkan Balasan