Bukan hanya manusia yang bisa rapuh dimakan usia, melainkan juga hardisk yang sekarang terpasang di PC Desktop kamu. Umur hardisk memang biasanya tidak panjang, hanya sekitar 2 tahun sebelum hardisk benar-benar mati alias tidak bisa digunakan lagi.

Meski begitu, banyak pengguna komputer yang tidak sadar bahwa hardisknya sudah di ambang kematian. Kebanyakan lupa kapan terakhir kali membeli hardisk baru, sementara yang lain tidak menyadari gejala sekaratnya sebuah hardisk. Dan tentu saja, hardisk yang mati karena usia berarti bencana bagi kebanyakan orang, apalagi bila data-data di dalamnya tidak sempat diselamatkan.

Nah, apakah hardisk milikmu sedang sekarat? Sebaiknya kamu mulai belajar mengenali gejala hardisk yang sekarat, supaya bisa mengambil tindakan preventif untuk menyelamatkan data-data di dalamnya. Apa saja yang harus dilakukan oleh para pemilik hardisk?

  1. Menyelamatkan Data-data dengan Cara membuat Back-up

Sebelum masalah muncul dan menghinggapi hardisk mu, ada baiknya kamu melakukan tindakan preventif terlebih dulu. Contohnya: melakukan back-up untuk segala jenis data berharga yang tersimpan di hardisk. Adalah hal bagus bila kamu sudah mulai rutin melakukan back up, namun kami menyarankan kamu untuk melakukannya sekarang bila itu belum dilakukan.

Beberapa macam program back-up terbaik ada di luar sana. Kebanyakan berbayar, namun beberapa yang lain bisa didapatkan dengan gratis. Software seperti Pipemetrics Bvckup 2, Easeus Todo backup Free atau Acronis True Image Premium adalah beberapa nama yang kami sarankan untuk dipakai memback-up data-data penting di dalam hardisk.

2. Mengenali Tanda-tanda Hardisk Sekarat

Adalah hal yang cukup mustahhil bagi kita untuk memprediksi kapan persisnya sebuah hardisk akan mati. Namun ada beberapa gejala yang mampu menjelaskan kejadian menjelang kematian hardisk.

  • File korup

File yang korup biasanya muncul secara terus-menerus. Selain itu, pengguna komputer juga akan melihat tanda lain seperti terjadinya “blue screen of death” yang muncul terus menerus. Jadi bila kamu kerap menemui masalah, seperti sudah merasa menyimpan dokumen dengan baik, namun file tersebut korup ketika akan dibuka kembali, maka itu mungkin tanda gagal bekerjanya sebuah hardisk.

  • Noise aneh sering muncul

Wajar bila suara keluar ketika sebuah komputer bekerja, dan kebanyakan orang mengenali bagaimana suara yang muncul ketika komputer mengerjakan pekerjaan tertentu. Meski jarang terjadi, namun kamu patut curiga bila suara “beep” keluar dari dalam jeroan PC. Ini menandakan ada sesuatu yang salah dengan hardisk yang tertanam di dalamnya. Cuek dengan suara tersebut dan melanjutkan pekerjaan hanya akan membuatnya bertambah buruk.

  • Performa hardisk menurun

Bila sistem tiba-tiba mulai bekerja lambat, maka bisa jadi ini adalah tanda awal dari kematian hardisk. Memang bisa jadi gejala macam ini tidak berarti apa-apa, sebab bisa ditimbulkan oleh faktor lain seperti banyaknya software yang dipasang di OS. Namun sebaiknya kamu mulai mewaspadai kemungkinan sekaratnya hardisk bila sistem PC tiba-tiba berjalan sangat lambat.

3. Memeriksa hardisk dengan Software Diagnosa Gratis

Tampilan DiskCheckupAda tiga kemungkinan yang bisa menjadi faktor penjelas mengenai sekaratnya hardisk. Di sini kamu juga perlu memeriksa kesehatan hardisk dengan software diagnosa gratis. DiskCheckup yang dirilis oleh Passmark Software menyediakan fitur SMART (Self-Monitoring Analysis and Reporting Technology) yang membantu pemilik hardisk mendeteksi isu kerusakan yang mungkin muncul.

Dengan fitur tersebut, kamu bisa memeriksa berbagai macam atribut pada hardisk untuk melihat apakah performanya masih bagus atau menurun. Program tersebut gratis. Dan mungkin kamu bisa memeriksa merk hardiskmu dan mengunjungi situs resminya. Di sana, vendor hardisk biasanya menyediakan tool pemeriksa kondisi hardisk secara cuma-cuma.

pemmz header

1 COMMENT

Leave a Reply