Baiklah, mungkin gamers semua bertanya-tanya, produk apa lagi ini yang kita review. Maklum, pemmz memang biangnya produk unik tertutama yang berbau gaming. Gigabyte Aero 14 adalah SKU baru di jajaran laptop premium Gigabyte yang menawarkan banyak kelebihan dibanding P series yang mungkin kamu sudah pernah lihat juga reviewnya di pemmzchannel.

Gigabyte Aero 14 Overview

Aero adalah bahasa latin yang berarti angin kalau kita gak salah tafsir. Dan berkiblat pada filosofi itu, Gigabyte menciptakan sebuah produk laptop gaming dengan tujuan melawan semua paradigma yang umumnya melekat pada jenis produk ini. Seperti misalnya laptop gaming itu besar, laptop gaming itu tebal dan laptop gaming itu berat.

Gigabyte Aero 14 Front open

Gigabyte Aero 14 hadir dengan ukuran panel 14-inch seperti kode namanya. Entah nantinya Gigabyte akan mengelurakan versi Aero 14, Aero 15 bahkan Aero 18, pemmzchannel belum dapat info lebih lanjut. Yang jelas, kesan pertama saat kita memegang unit ini adalah “Handy”. Tapi, untuk ukuran laptop gaming 14-inch, pemmzchannel kurang setuju jika produk ini membawa filosofi Aero. Sekilas, bobotnya lebih berat bahkan dari beberapa laptop gaming 14-inch yang pernah masuk ke lab pemmzchannel.

Desain

Gigabyte Aero 14 LCD Cover

Desain Gigabyte Aero 14  tidak terlalu wow secara keseluruhan. Masih cenderung kaku walau di beberapa bagian dibentuk shapy. Tapi tak cukup berhasil membuang image “kotak” konvesional pada keseluruhan desain Aero 14 ini. Permukaan front cover atau A cover, demikian pihak Gigabyte memberi istilah, hadir dalam duo tone dengan jenis tekstur yang berbeda di tiap-tiap permukaan. Tekstur doff-matte mendominasi area ini dengan pilihan warna orange, hijau dan hitam. Kebetulan yang pemmzchannel review adalah yang berwarna Orange. Untuk permukaan kedua, menggunakan tekstur carbon look dengan permukaan doff tanpa laminating. Logo Gigabyte hadir sebagai emboss tanpa illumination.

Gigabyte Aero 14 Bottom Case

Bagian bawah menggunakan konsep single door access yang mewajibkan battery masuk kedalam. Pastinya sih, dengan ketebalan 18.9mm, mustahil ada opsi easy detachable battery. Pengguna atau tim service harusnya tak akan kesulitan membuka bottom case ini, hanya saja perhatikan saat ingin mengangangkat panel bawah yang kuat dan tajam sebab terbuat dari logam almunium. Air vent untuk jalan masuk udara segar dibentuk futuristic layaknya Aorus series. Air vent ini dibuat bertekstur yang sepertinya difungsikan untuk meminimalisir debu yang terhisap langsung ke dalam. Rubberfoot dibuat minimalis ukurannya, mungkin untuk makin menguatkan kesan slim saat di letakkan di atas meja. Untuk Exhaust, didesain keluar lewat belakang, persis di bawah panel LCD.

Display & Workstation

Gigabyte Aero 14 workstation

Masuk ke cangkang bagian dalam, seluruh area didominasi warna hitam doff. Dari sudut tertentu, Tampak makin garang dengan permukaan LCD yang berjenis matte. Bagian bingkai LCD  atas hanya diisi webcam bersampingan dengan lubang mic dan sebuah lubang yang pemmzchannel perkirakan adalah sebuah light sensor.

Gigabyte Aero 14 menggunakan panel buatan LG Philips dengan seri LP140QH1-SPB1 yang menawarkan resolusi 3K atau 2560 x 1440. Sebuah jenis panel yang cukup langka di terapkan sebuah laptop 14-inch. Dengan teknologi IPS dan lapisan Anti-Glare, kualitas tampilan panel LCD ini bisa anda andalkan di banyak environment, sekalipun outdoor yang berlebihan cahaya. Jika dinandingkan dengan Gigabyte P34W V3 yang menawarkan resolusi QHD yang sama, Panel Aero 14 lebih baik disisi contrast dan akurasi warna.

Gigabyte Aero 14 Exhaust

Workstation hadir dengan kombinasi P series dan Aorus X3 tertutama pada keyboard. Tombol power adalah satu-satunya dedicated button yang bisa dijumpai di sini. Papan keyboard Aero 14 menawarkan ukuran tuts yang proporsional dengan dimensi workstation keseluruhan. Tak terlalu besar tapi juga menyisakan kerenggangan yang sesuai. Menggunakannya untuk mengetik tulisan review yang panjang jadi cukup terbantu. Keyboard Aero 14 di bekali backlit berwarna putih yang bisa di atur intensitasnya hingga 3 tingkatan. Terdapat jejeran tombol macro dedicated di ujung sebelah kiri keyboard seperti yang ditawarkan Aorus series. Total, anda bisa menciptkan 5 preset macro berbeda pada Gigabyte Aero 14 ini.

Touchpad hadir dengan desain klasik, kotak dengan sudut tumpul berpermukaan doff tanpa tombol terpisah. Sayangnya, touchpad tak mendapat hiasan backlit seperti keyboardnya. Berita baiknya, Gigabyte memungkinkan anda merubah DPI layaknya sebuah gaming mouse. Ini tentu sangat membantu saat anda dihadapkan pada karakter tiap aplikasi.

Port & Connectivity

Banyak jenis konektifitas yang absen sebenarnya  pada Aero 14 ini. Tapi jika melihat ia mengejar filosofi slim, memang poin ini harus dikorbankan. Anda tak akan bisa berteman lagi dengan projector lawas yang masih mengandalkan VGA atau D-Sub. Tapi untungnya, anda masih bisa ikut terknoneksi dengan jaringan kabel di rumah atau kantor anda dengan bantuan eksternal USB to LAN adapter yang disertakan dalam paket penjualan.

Sisi baiknya, jenis koneksi modern yang notabene sudah lebih compact, hadir lengkap pada Aero 14. Ada HDMI 2.0, mini DisplayPort, USB 3.1 type C juga sebuah SD Card reader. Terdapat total Port USB yang semuanya versi 3.0, dua di kanan dan satu dikiri. Untuk audio, Aero 14 memaksa anda untuk mengugnakan jenis combo seperti bawaan smartphone.

Spesifikasi

Gigabyte AERO 14 Technikal Specification

Display : 14″ Quad HD 2560×1440 Wide Viewing Angle LCD
Processor : 6th Generation Intel® Core™ i7-6700HQ (2.6GHz-3.5GHz)
Graphics : NVIDIA® GeForce® GTX 965M GDDR5 2GB
Chipset : Mobile Intel® HM170 Express Chipset
Memory : 8GB DDR4 2133, 2 slots (Max 32GB)
Hard Drive : m.2 256G Samsung PCIe SSD
Operating System : Windows 10
Keyboard : Auto Adjusting Backlit Keyboard
Optical Drive : Not Available
Audio : 1.5 Watt Speaker*2, Microphone, Dolby® Digital Plus™ Home Theater
Dimensions  : 335(W) x 250(D) x 19.9(H) mm
weight : ~1.89 kg (w/Battery, M.2 SSD)
BatteryLi Polymer 94.24Wh
Camera : HD Web Camera
Warranty :  2 Year Warranty
Interface : USB 3.0 (Type-A)*3, USB 3.1(Type-C)*1, HDMI 2.0, mini-DP, Headphone-out jack (Audio-in Combo), SD Card Reader, DC-in Jack
Networking : LAN:10/100/1000Mbps Ethernet
Wireless LAN: 802.11ac/b/g/n
Bluetooth: Bluetooth V4.1 + LE

Spesifikasi Lebih lanjut : http://goo.gl/haVZxC

Aero 14 menawarkan kombinasi hardware kelas menengah atas yang sebenarnya agak mustahil diterapkan pada barebone dengan sisi tertipis tak sampai 19mm ini. Processor Quad core hyperthreading seperti Intel core i7 6700HQ membutuhkan ruang disipasi yang mumpuni untuk tetap berlari kencang tanpa harus menurunkan clockspeed karena panas yang mencapai batas normal. Sisi GPU, Nvidia Geforce GTX965M memang bukan kelas GPU dengan jumlah Cuda Core –nya berlebihan. Tapi pemmzchannel yakin, cukup mampu membuat heatpipe kewalahan saat ngambek di angka 80 derajat celcius lebih.

Gigabyte Aero 14 Fan2 buah SLOT ram ddr4 dapat menampung memory utama hingga 32GB cp 2400MHz. Sedang 2 buah M.2 slot adalah opsi yang bisa anda manfaatkan untuk memperbesar kapasitas penyimpanan pada notebook ini. Pemmzchannel sih tidak ambil pusing perihal absennya 2.5-inch slot, karena saat ini penggunaan HDD untuk keperluan gaming dan produktifitas memang kurang bijak. Beberapa laptop gaming slim lain juga sudah menggunakan metode ini. Aero 14 sendiri dating dengan opsi SSD standard an PCIe, kebetulan yang pemmzchannel review menggunakan jenis PCIe buatan Samsung.

Untuk Networking, dikawal oleh kartu wifi Intel wireless AC 8260 yang juga terintegrasi dengan Bluetooth 4.1. Dan yang sempat membuat pemmzchannel tidak percaya adalah kapsitas batterynya yang mencapai 94.24Wh. Hal ini yang akhirnya menjawab mengapa Aero 14 masih terasa berat dibanding beberapa kompetitornya.

Performance & Cooling System

 

Intel core i7 6700HQ bukan sesuatu yang unik lagi untuk dibahas. Performanya pada Aero 14 pun tak terlihat menonjol. Berbeda dengan GPU geforce GTX965M yang kita tahu meruakan kuda hitam di jajaran mainstream mobile GPU. Tercatat, performa keseluruhan Aero 14 ini mampu meninggalkan beberapa produk laptop gaming lain yang hanya mengandalkan Geforce GTX960M hingga 30%. Ini menjadikan Aero 14 dengan geforce GTX965M memiliki performa yang tak jauh berbeda dengan Geforce GTX970M versi 3GB di beberapa jenis game.

Gigabyte Aero 14 Disassembly

Pemmzchannel sendiri sempat meragukan performa system pendingin pada Aero 14 yang notabene tak akan memiliki ruang disipasi yang besar. Gigabyte menggunakan bahan heatpipe dan heatsink dari material yang sangat baik. Ditambah lagi Putaran kipas yang bisa kita tentukan secara manual hingga selalu berputar 100% di kecepatan 6000 rpm, membantu meminimalisir peningkatan panas yang seringkali menyebabkan fps drop.

Dengan memadukan preset high performance dengan mode full speed fan lewat console Gigabyte Smart Manager, kemampuan Aero 14 saat menjalankan gaming dalam jangka waktu panjang bisa disetarakan dengan banyak laptop gaming yang memiliki barebone jauh lebih tebal.

Conclusion

Laptop berukuran 14-inch jelas menawarkan poin handling yang lebih baik dibanding 15.6-inch. Tapi pilihan laptop gaming 14-inch, apalagi yang menawarkan resolusi unik QHD seperti Aero 14 sulit di temui di pasaran. Gigabyte membuat Aero 14 makin special dengan tawaran Geforce GTX965M dimana banyak vendor lain jarang mengambil oportuniti ini.

Menurut pemmzchannel, laptop ini punya kans yang sangat luas sebagai alternative banyak kalangan yang mementingkan handling namun tak ingin berkompromi dengan performa. Nama Gigabyte yang sudah cukup dikenal dengan durabilitas produk-produknya, sedikit banyak akan memambantu transisi kepercayaan calon pengguna dari hagemoni beberapa merk laptop gaming yang lebih umum di pasar Indonesia.

REVIEW OVERVIEW
Performance
Handling
Upgrade Option
Cooling System
Price
SHARE
Previous articlePIMP Your PC StiTik Contest : Event PC Modding Tingkat Nasional Targetkan Modders Pemula
Next articleDota 2 – TI6 Compendium Prediction by PemmzChannel
He has written about Computer Hardware, Gadget News and Games for more than 5 years, including stints as hardware editor at PinPoint Publication and editor in chief of Pemmzchannel. His work has appeared in publications including, PCMedia Magazines, TnT Mild, Web & e-Magazines of Pemmzchannel.

Leave a Reply