Skylake membawa dua teknologi memory DDR4 vs DDR3, baik di Desktop PC maupun notebook. Menawarkan performa yang pastinya lebih baik dengan clockspeed yang lebih tinggi, tapi dengan konsumsi daya yang lebih rendah. Itu secara teori dan keterangan dalam brosur pada semua marketing kit teknologi baru bukan?. Nah gunanya artikel DDR4 vs DDR3 pada notebook kali ini adalah mengungkap kenyataan dibalik marketing kit tadi.

DDR4 VS DDR3

Yang sudah pasti sih, teknologi DDR4 ini membuat harga hardware baru, termasuk notebook menjadi lebih mahal saat sudah terpackaging menjadi desktop atau notebook. Setidaknya hingga tulisan ini dibuat. Kedepannya, sudah pasti akan menyesuaikan seiring ongkos riset yang sudah balik modal.

Tentang DDR4

Untuk DDR4, sebenarnya starting dari clockspeed 1600MHz. Tapi khususnya di ranah notebook sendiri dimulai dari clock speed 2133MHz, clock speed yang sebenarnya sudah ada pada era DDR3 kategori high-end. Memang, distribusinya tidak merambah Indonesia. Karena hanya beberapa CPU AMD saja yang mendukung penggunaan Memory DDR3 dengan clock speed hingga 2133MHz.

Selain clock speed yang lebih tinggi, DDR4 juga menawarkan kapasitas 2x lipat DDR3. Nantinya, pengguna bisa memasangkan hingga 64GB RAM (16GB per keping) pada sistem komputer desktop x86 berbasis Intel Z series ke atas. Hal ini dimungkinkan karena setiap bank DDR4 bisa ditanam hingga chip berkapasitas 4GB. Dimana DDR3, satu bank nya hanya bisa menampung 1GB.

Selain Clock speed dan kapasitas, DDR4 juga menawarkan efisiensi daya karena tegangan kerja yang ia butuhkan lebih rendah dari DDR3. Ia hanya membutuhkan 1.25V dimana DDR3 membutuhkan 1.5V untuk jenis standar dan 1.3V untuk jenis DDR3L. Tak terlalu signifikan, tapi jika di aplikasikan untuk sistem server dengan alokasi RAM hingga 1TerraByte dan pemakaian 24/7, bisa dibayangkan berapa penghematan daya yang bisa dihasilkan.

Test Bad
Dan berikut adalah Test Bad yang kita gunakan. Thanks buat PT Xenom Indonesia yang sudah meminjamkan 2 notebook gamingnya, Xenom Phoenix dan Xenom Shiva, untuk menjalankan test perbandingan kali ini. Kedua notebook ini adalah versi terbaru yang sudah menggunakan CPU Intel generasi keenam, Skylake.

  • DDR4 System
    Xenom Phoenix PX15-S
    – Intel Core i7 6700K
    – Samsung DDR4 PC2133MHz 8GB x 1
    – SSD 256GB
    – Geforce GTX970M 3GB GDDR5
  • DDR3 System
    Xenom Shiva SV15-S
    – Intel Core i7 6700K
    – Team DDR3 PC1600MHz 8GB x 1
    – SSD 256GB
    – Geforce GTX960M 2GB GDDR5

Kedua system mengunakan :
– Windows 10 Pro 64-bit
– Intel INF 10.0.10586.0
– Nvidia Geforce Driver 359.06

Selebihnya bisa kita abaikan karena test kali ini kita hanya fokus pada sumbangsih Memory pada kinerja CPU. Adapun beberapa aplikasi benchmark yang kita pakai tetap didominasi benchmark sintesis, tapi yang kita ambil hanya bagian yang mengukur performa CPU-nya saja.

Untuk menguji kemampuan gaming, dalam rangka mengetahui seberapa besar perbedaan performa sebuah notebook gaming yang sudah di upgrade menggunakan Intel CPU generasi ke-6 Skylake plus DDR4, pemmzchannel menggunakan test pembanding yang sedikit berbeda. Kita membandingkan Xenom Phoenix PX15-S dengan pendahulunya All New Xenom Phoenix PX15 versi Haswell yang sama-sama menggunakan Geforce GTX970M.

Baca juga : Review All New Xenom Phoenix PX15

CineBench 11.5 64-bit

Kita awali dengan Cinebench 11.5 64-bit untuk test CPU. Hasilnya, simulasi cinebench 11.5 belum bisa memberi tekanan berarti bagi DDR3. Hingga dengan DDR3 1600MHz-pun, task yang dijalankan masih terasa ringan. Skor akhir bisa dibilang seri.

3DMark CPU and Physics
DDR4 vs DDR3 3DMark
Perbandingan 3DMark DDR4 vs DDR3

Lanjut ke benchmark sintetis buatan futuremark, mulai dari 3D Mark Vantage untuk melihat hasil akhir performa CPU only. Terlihat Intel core i7 yang disokong oleh DDR4 pada Xenom Phoenix PX15-S unggul 1084 poin atau 4.5% pada 3Dmark Vantage. Pada 3Dmark 11, Physics score intel core i7 6700HQ dengan DDR4 unggul 1189 poin atau 20.88%.

Terakhir, Physics score pada test 3Dmark Profesional Ice Storm. Kenapa kita pilih yang paling rendah? Karena sekali lagi yang kita test adalah peningkatan performa CPU, bukan GPU. DDR4 pada Xenom Phoenix PX15-S mampu meningkatkan performa i7 6700HQ sebesar 18.19%. Secara rata-rata, DDR4 mampu memberikan peningkatan 20% lebih baik dibanding DDR3 pada CPU yang sama.

AIDA64
AIDA64 test DDR4 vs DDR3_
AIDA64 test DDR4 vs DDR3_

Pada test AIDA64 Cache n Memory Benchmark, DDR4 unggul cukup telak dibanding DDR3 hingga 40% lebih pada pengujian read dan copy. Disini, clockspeed dan bandwith DDR4 bekerja dengan baik memberikan peningkatan performa caching. Selain Cache n Memory benchmark, pemmzchannel juga menggunakan photoworxx benchmark bawaan AIDA 64. Benchmark ini melakukan simulasi public ZLib compression library untuk mengukur performa subsystem CPU and memory. Hasilnya sedikit terbalik dengan cache n memory benchmark. Pada benchmark ini, sistem PC DDR4 hanya unggul tipis 2.5% saja.

Kemudian kita lanjutkan dengan test kompresi menggunakan Winrar. Disini DDR4 juga sangat berjaya dengan meninggalkan sistem PC dengan memori DDR3 sebesar 32% dibelakang. Intel core i7 6700HK dengan DDR3L 1600MHz hanya mampu mengurai 4.7MB per detik. Sedangkan dengan DDR4 mampu mengurai 6.4MB per detik.

Gaming Test
DDR4 vs DDR3 Gaming Test
Gaming Test DDR4 vs DDR3

Battlefield 4 adalah game AAA yang kami pilih untuk mengukur seberapa jauh skylake dan DDR4 memberikan kontribusi dalam performa gaming sebuah notebook. Selain itu, kami juga memasukan test bad standar kami yakni RE6 benchmark untuk mengawal asumsi atas perbedaan performa gaming test ini nantinya.

Pada real game testing Battlefield 4, kami mengambil scene awal dan merekamnya dengan bantuan FRAPS. Hasilnya, hanya terdapat perbedaan 1 FPS antara FPS rata-rata i7 6700HQ + DDR4 2133MHz dibanding i7 4710HQ + DDR3 1600MHz. Sedangkan lewat Resident Evil 6 Benchmark, Xenom Phoenix versi skylake unggul tipis 700 poin.

Kesimpulan

Untuk game-game saat ini, performa yang ditawarkan DDR4 belum bisa termanfaatkan maksimal. Karena sistem OS, gaming juga aplikasi casual belum benar-benar mampu mengeluarkan kemampuan system memory DDR4 yang sesungguhnya, kecuali beberapa aplikasi high-end. Dengan kata lain, sistem komputer dengan DDR3 masih bisa menggawangi inquiry dari kegiatan komputasi saat ini hingga 2 atau 3 tahun kedepan, termasuk untuk gaming. Hal ini serupa dengan yang terjadi pada teknologi memory terdahulu. DDR1 ke DDR2 atau DDR2 ke DDR3.

Jadi, anda yang kesehariannya menggunakan aplikasi “haus memory” seperti merender video, audio hingga pemetaan yang komplek, performa DDR4 wajib anda masukan dalam system PC anda. Dan bagi anda yang lebih menggunakan komputer untuk gaming dan multimeda, DDR4 mungkin masih sebatas investasi yang saat ini belum 100% anda nikmati performanya.

3 COMMENTS

Leave a Reply