Memisahkan Hidup dan Pekerjaan melalui Perangkat yang Digunakan

Ilustrasi orang bekerja dengan laptop (kredit: proparnaiba)

Kami punya beberapa teman yang memiliki dua buah laptop; satu laptop adalah perangkat ultrabook yang tipis nan menawan, dan satu lagi adalah laptop kelas entry-level. Dua-duanya sering digunakan, meski teman itu mengaku memisahkan hidup dan pekerjaan lewat kedua laptopnya itu. Artinya, kalau satu laptop digunakannya untuk kepentingan pribadi, maka satu laptop lagi digunakannya untuk membantu pekerjaan sehari-hari.

Meski tergolong aneh, namun rasanya tidak salah bila teman kami itu berpikir bahwa antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari memang harus ada batas tertentu. Namun bukan berarti kamu harus membeli dua laptop hanya untuk membuat beda tegas antara kehidupan personal dan pekerjaan sehari-hari.

Membuat dua partisi hardisk atau lebih

Taruhlah bila kamu memiliki satu laptop yang diberikan oleh perusahaan tempatmu bekerja. Bosmu menyuruhmu menggunakan laptop itu untuk bekerja, dan biasanya dia tidak peduli dengan caramu mengakali sistem laptopmu – kecuali kamu merusaknya. Yang lebih baik lagi: dia memberi akses administrator untuk laptop yang kamu gunakan.

Kalau begitu kasusnya, rasanya Anda bisa memisahkan partisi dalam hardiskmu, menjadi dua atau lebih. Satu atau beberapa partisi bisa digunakan untuk menyimpan berkas yang berhubungan dengan pekerjaan; sementara partisi lainnya bisa digunakan untuk penggunaan pribadi. Dan bila memungkinkan, lakukan enkripsi menggunakan aplikasi khusus untuk berkas yang disimpan di partisi pribadi.

LG Gaming Monitor Campaign

Tetapi ada peraturan sederhana yang mesti dipatuhi: laptop perusahaan adalah benda titipan yang hanya boleh digunakan untuk menopang performa pekerjaan. Karena itu kamu harus tetap ada di dalam koridor etika. Bahkan ketika kamu memisahkan partisi hardisk dan membuat satu drive untuk menyimpan berkas personal, bukan berarti kamu bisa memakainya untuk menyimpan film porno atau menyimpan berkas Torrent dalam jumlah besar. Bersikaplah bijak dalam menyimpan berkas pribadi, sebab bagaimanapun yang kamu pegang sekarang adalah laptop perusahaan yang suatu saat akan dikembalikan.

Memisahkan partisi, antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, akan memudahkan Anda dalam memisahkan berkas. Dengan begitu, Anda tidak tergoda untuk memasang aplikasi Steam di partisi untuk pekerjaan (bila kamu melakukannya, maka mungkin orang dari departemen IT mungkin akan mengetahuinya ketika mereka melakukan inspeksi dadakan). Pada intinya: pemisahan partisi membantumu fokus pada “pekerjaan” dan sanggup memisahkan “kehidupan pribadi” darinya.

Opsi lain: memisahkan pekerjaan dan hidup lewat aplikasi

Kalau opsi memisahkan partisi jadi sebuah pilihan yang mustahil, karena kamu tidak diberi hak sebagai admin laptop perusahaan yang kamu pegang, maka cobalah untuk memisahkan hidup dan pekerjaan lewat aplikasi yang dipakai.

Contohnya: kamu bisa memisahkan profil personal dan pekerjaan di peramban bawaan. Setiap profil peramban bisa memuat pengaturan tersendiri, yang meliputi bookmarks, ekstensi yang terpasang, dan bahkan perangkat yang tersinkronisasi dengannya.

Lalu, jangan menggabungkan email pribadi dan pekerjaan di dalam satu wadah email. Gmail, misalnya, memungkinkan kamu untuk menambah akun email dari penyedia layanan email lainnya. Namun sebaiknya jangan lakukan hal tersebut, terutama bila kamu menggunakan akun Gmail untuk keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan.

Pada akhirnya, ini adalah soal bagaimana kamu mengorganisir segala hal terkait dengan kehidupan personal dan pekerjaan. Mengorganisir sekaligus membedakan hidup dan pekerjaan bisa dimulai, salah satunya, dari bagaimana kamu memisahkan keduanya dari perangkat laptop yang kamu gunakan.