Nimbus ExaDrive DC100 Lahir sebagai SSD 100TB

Nimbus Data ExaDrive DC100 (kredit: Foss Bytes)

Beberapa waktu lalu Samsung mengklaim SSD dengan kapasitas terbesar, sebanyak 30TB, lewat model PM1643. Klaim itu tidak bertahan lama. Nimbus Data, sebuah perusahaan yang berbasis di California, baru saja merilis ExaDrive DC100 100TB. Jumlah kapasitas yang tercantum itu menjadikannya sebagai SSD dengan kapasitas terbesar.

Berdasarkan informasi dari NDTV, Nimbus Data ExaDrive DC100 disebuh sebagai perangkat yang menawarkan kapasitas tiga kali lebih besar dibandingkan PM1643, dan menawarkan konsumsi daya per TB yang lebih kecil, sekitar 85 persen, dibandingkan pesaingnya itu.

Dengan begitu, ExaDrive DC100 lahir sebagai SSD dengan harga per TB yang lebih rendah sekitar 42 persen dibanding tipe SSD lain yang didesain untuk kepentingan korporasi. SDD terbaru itu juga bakal hadir dengan opsi penyimpanan sebesar 50TB. Produk yang baru saja diumumkan ini masih dalam tahap sampling dan baru akan tersedia di pasaran mulai musim panas 2018.

LG Gaming Monitor Campaign

Didesain berdasarkan form factor 2.5-inch, ExaDrive DC100 menawarkan kompabilitas plug-and-play, dan diklaim bisa menghantar input/output operations per detik sampai 100,000 IOPS; sekaligus mampu membaca data sampai kecepatan 500MBps. Teknologi NAND yang disematkan di dalamnya membuat SSD 100TB itu sanggup menyimpan 20 juta lagu, 20,000 film HD, serta 2000 berkas iPhone.

Tentu saja SSD satu ini bukan dijual untuk kepentingan pengguna biasa. Dalam banyak hal, produk SSD ini bakal dijual untuk kepentingan korporasi/server. Satu rak berisi beberapa ExaDrive DC100, misalnya, sanggup mencapai kapasitas inisial sebesar 100 petabytes. Lalu, mereka juga membantu pusat data dalam mengurangi biaya listrik, pendingin, dan penyediaan ruang rak sampai 85 persen per TB. Itulah mengapa ExaDrive DC100 jadi alasan bagus bagi banyak korporat untuk beralih menggunakan SSD paling mutakhir.

Nantinya, ExaDrive DC100 akan dilindungi oleh garansi ketahanan produk selama lima tahun. Nimbus Data juga mehyebut kehadiran kapasitor tambahan untuk melindungi data buffering yang mungkin muncul ketika SSD kehilangan data listrik. SSD tersebut memiliki sistem proteksi enkripsi, prosesor multi ECC, dan berbagai macam fitur penghapusan dan keamanan untuk memastikan perlindungan data korporasi.