Bingung Membeli Laptop 2 in 1? Inilah Panduannya

2 in 1 laptop

Ilustrasi Laptop 2 in 1 (kredit: Dell)

Ada banyak alasan mengapa kamu harus membeli sebuah laptop 2-in-1. Yang paling penting adalah karena perangkat model tersebut bisa berfungsi ganda, sebagai laptop dan sebuah tablet. Ketika kamu ingin mengerjakan pekerjaan harian, sebuah touchpad dan keyboard akan membantu menjalankan program desktop konevnsional. Namun ketika kamu ingn bermain gim atau memeriksa akun Facebook yang dijalankan berbasis sentuhan layar, maka kamu bisa mengubahnya menjadi mode slate.

Begitulah kira-kira cara kerja laptop 2-in-1. Sampai di sini pertanyaannya: bagaimana menentukan laptop hybrid macam apa yang benar-benar paling sesuai untuk dirimu? Kami akan memberitahunyalewat artikel ini.

LG Gaming Monitor Campaign

Apakah kamu Benar-benar Membutuhkan laptop 2-in-1?

Benar bahwa laptop 2-in-1 menawarkan fungsionalitas yang tidak akan kamu peroleh melalui laptop biasa. Namun perangkat macam itu bukan ditujukan untuk siapa saja. Singkat cerita: kamu tidak akan membutuhkannya bila hanya ingin menggunakan laptop secara normal.

Hanya saja pasar mrnawarkan laptop hybrid yang lebih murah dibanding sebelumnya, meski dengan kemampuan yang tidak bisa dibandingkan dengan laptop yang ditujukan untuk keperluan khusus seperti gaming, video editing, atau 3D modeling. Kalau untuk keperluan itu, hendaknya kamu memilih laptop jenis lain.

Meski begitu, ketika fungsi PC/laptop kini makin berdekatan, di mana ekosistem layar sentuh jadi sebuah teknologi yang dekat dan terbangun masif di sekitar kita, akan ada lebih banyak orang yang diuntungkan dari fleksibilitas laptop 2-in-1. Dan kalau kamu memang benar-benar berminat dengan laptop 2-in-1, berikut beberapa panduan/tips yang perlu diperhatikan.

  • Tipe: layar detachable atau yang bisa diputar?

Laptop 2-in-1 biasanya hadir dalam dua jenis desain: satu dengan layar yang detachable, dan satu lagi dengan layar yang bisa diputar. Bila kamu adalah jenis orang lebih suka tipe laptop yang menyerupai tablet, dengan fitur layar sentuh, dan kamu jarang membutuhkan keyboard fisik, maka tipe pertama bisa dipilih.

Tipe laptop 2-in-1 detachable membantumu memperoleh perangkat yang jauh lebih ringan, serta bidang layar yang lebih luas. Kamu bisa melepaskan layar dari keyboard sewaktu-waktu, dan kemudian menghubungkan kembali keduanya ketika membutuhkannya.

laptop 2-in-1 dengan tent mode
tent mode laptop 2-in-1 (kredit: Expert Review)

Meski begitu, kalau kamu lebih suka dengan keberadaan touchpad atau membutuhkan keyboard untuk  mengetik, laptop 2-in-1 yang bisa diputar bisa menjadi pilihan. Salah satu contoh apik di sini adalah HP Spectre x360, yang layarnya bisa diputar balik sampai 360 derajat dan berubah menjadi tablet. Selain itu, tipe satu ini bisa berubah menjadi tent mode ketika kamu membutuhkannya untuk presentasi.

 

 

  • Pertimbangkan resolusi layar

Ketika memilih laptop 2-in-1, kami menyarankan kamu untuk membeli sebuah perangkat dengan layar resolusi FHD 1920×1080. Dengan begitu, kualitas serta kejernihan visualnya lebih terjamin kualitasnya.

Atau kalau kamu adalah penggemar resolusi QHD (2560×1440 piksel) atau UHD 3840×2160, maka pilihlah laptop dengan spek layar macam itu. Namun yang mesti diingat: semakin besar resolusi layar, maka semakin banyak daya baterai yang dibutuhkan. Jadi kamu harus membertimbangkannya dengan baik.

  • Pertimbangkan spek

Ada banyak hal yang bisa diperhatikan ketika membicarakan spek laptop 2-in-1. Kalau bicara ukuran bentang layar, maka pilihlah antara 11-inch sampai 13-inch. Ini dikarenakan tipe layarnya yang menjadikan perangkat lebih efektif dan lebih ringkas ketika dibawa kemana-mana.

Lalu, kebanyakan laptop hybrid memakai prosesor Intel, jadi tidak terlalu sulit untuk menentukan pilihan. Kalau kamu ingin memilih performa kuat, Intel Core i7 atau m7 bisa jadi pilihan, kendati chipset m7 mengorbankan kecepatan untuk daya tahan baterai yang lebih kuat. Lagipula, m7 biasanya tidak membutuhkan kipas pendingin.

Model kelas menengah biasanya menawarkan Core i5, i3, m5, dan m3, yang pada dasarnya menyajikan keseimbangan antara performa dan harga. Perangkat dengan chipset CPU dari kategori ini pada dasarnya bakal cocok dengan kebanyakan skenario produktivitas dan bisa juga memenuhi kebutuhan gaming ringan. Lalu dari segi RAM, pilihlah laptop dengan RAM sebesar 8GB.