Preview ASUS X555QG: Yang Terjangkau dengan Fitur Terkini

Laptop ASUS X555QG

Di lini laptop ASUS, terbitlah sebuah model X Series yang pada dasarnya menyodorkan lebih banyak pilihan perangkat yang ringan di kantong, tidak membuat pusing kepala (karena budget), namun bisa digunakan untuk bermain serta bekerja. Dan di antara jajaran X Series yang masuk ke pasar Indonesia, ASUS X555QG menjadi satu yang bisa masuk ke dalam daftar pertimbangan.

Informasi di situs resmi ASUS menyebut bahwa X Series didukung oleh prosessor AMD, dan merupakan jajaran produk yang hadir dengan desain menonjol serta stylish. Sebelum berbicara lebih jauh tentang produk laptop satu ini, sebaiknya kita tengok spesifikasi yang ditawarkannya.

Spesifikasi

  • Prosessor: AMD® Bristol Ridge A12-9720P/A12-9700P/A10-9620P/A10-9600P
  • RAM: 4GB DDR4 2133 MHz SDRAM, muat sampai kapasitas 16 GB
  • Bentang layar: 15-inch resolusi HD 1366×768
  • Kartu grafis: AMD Radeon™ R8 M435DX (2GB DDR3 VRAM dual-graphic)
  • Penyimpanan internal: 1TB HDD 5400 RPM
  • Dimensi: 38.2 x 25.6 x 2.58 cm
  • Bobot total: 2.20 kg
  • Garansi: 2 tahun

Dengan spesifikasi semacam itu, ASUS tidak menyertakan paket sistem operasi di dalam perangkat Asus X555QG. Hanya D.O.S yang hadir sebagai pijakan bagi pengguna untuk mulai memasang sistem operasi apapun yang menjadi pilihannya.

Desain dan Bentang Layar

Laptop X555QG
X555QG (sumber: Asus.com)
LG Gaming Monitor Campaign

Dilihat dari luar, X555QG hadir dengan desain non-premium, dan karenanya terlihat cocok bila ditempatkan dalam kelas laptop entry-level di mana Anda tidak perlu rewel dengan desainnya. Maksudnya begini: dengan rentang harga enam jutaan (6-jutaan), laptop tersebut memang tidak bisa diharapkan sebagai perangkat mewah, di mana ketika menyentuhnya Anda bakal merasakan keajaiban material kelas premium yang sebanding dengan perasaan takjub ketika Anda menyentuh mobil Lamborghini. Desain X555QG jauh dari perasaan semacam itu.

Ini sekaligus berarti bahwa ASUS lebih mengedepankan fungsi dibandingkan nilai keindahan perangkat. Bentang layar 15-inch dengan resolusi HD dan rasio 16:9 tentu saja cukup untuk melihat segalanya di atas layar dengan jelas.

Performa Keseluruhan

Bila membaca tulisan ini, kami menduga Anda adalah orang yang sedang mencari sebuah perangkat laptop yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanpa perlu berambisi untuk memperoleh sebuah kekuatan tempur yang lebih besar. Dan ASUS X555QG tampaknya memang dirancang demikian.

Dari segi prosessor, misalnya, orang yang berminat membawa pulang ASUS X555QG bakal menemukan setidaknya empat pilihan CPU, antara A12-9720P;A12-9700P;A10-9620P;A10-9600P. Seri Bristol Ridge dari AMD dilempar ke pasaran dengan membawa teknologi pemrosesan 28nm, dan dari keempat pilihan yang ditawarkan oleh ASUS lewat X555QG, Anda bakal menemukan rentang empat prosessor berbeda yang masing-masing memiliki clock berbeda pula.

  • A12-9720P 2700 – 3600 MHz dengan jumlah 4 inti dan thread
  • A12-9700P 2500 – 3400 MHz dengan jumlah 4 inti dan thread
  • A10-9620P 2500 – 3400 MHz dengan jumlah 4 inti dan thread
  • A10-9600P 2400 – 3300 MHz dengan jumlah 4 inti dan thread

Lalu bagaimana dengan performanya? Ambil contoh pada CPU A12-9720P, misalnya. Yang satu ini seharusnya bisa bekerja sedikit lebih kencang dibandingkan A12-9700P (yang hadir dengan clock CPU lebih rendah).

Dan konon katanya CPU A12-9720P lebih sering dibandingkan dengan prosessor Intel Skylake Core i3. Notebook Check mengkalim bahwa performa A12-9720P ada dalam grafik yang seimbang dengan i3-4010U (single-core) dan i3-5010U (multi-core). Namun karena dibatasi oleh kemampuan prosessor, performa ASUS X555QG bakal menurun, terutama bila prosessor terbebani lebih banyak tugas dalam waktu bersamaan.

Karena itulah kami lebih senang menyebutnya sebagai perangkat yang cocok untuk orang yang tidak berambisi untuk memiliki sebuah laptop dengan kekuatan tempur paling wahid dan di saat bersamaan memperoleh kecantikan paling mewah dari sebuah perangkat laptop. Artinya, X555QG tampak lebih sesuai untuk orang yang menginginkan performa biasa-biasa saja, alias cukup bila digunakan untuk pemrosesan aplikasi office dan serangkaian aplikasi web. Multitasking masih memungkinkan, meski harus dilakukan dalam dosis yang sangat ringan.