Tips: Mereset Laptop ke Settingan Pabrik

Beberapa pemilik laptop mungkin terpikir untuk menyegarkan laptop mereka dengan cara mengembalikan laptop ke settingan pabrik. Ini bisa saja dilakukan terutama bila kamu membeli sebuah laptop dengan sistem operasi Windows 10, 8 atau 7 sudah terinstall di dalamnya.

Ada beragam alasan yang membuat seorang pemilik laptop melakukan reset factory settings. Mungkin kamu memiliki masalah dengan performa laptop yang semakin lambat, atau kamu memiliki masalah dengan virus membandel yang tidak bisa dihilangkan, atau motif sederhana: kamu ingin menjual laptopmu dan menghilangkan semua program, file, password, dan semua informasi sensitif di dalamnya.

Akan tetapi melakukan reset factory settings pada laptop tidak semudah kelihatannya. Kami akan menjelaskan langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Melakukan reset factory settings pada laptop berbasis Windows 10

Di Windows 10, proses reset factory settings menjadi jauh lebih mudah, sebab versi tersebut menyediakan tool bawaan yang memudahkanmu untuk melakukannya. Bukalah Start Menu dan kemudian pilih Settings. Begitu sebuah laman terbuka, ketik ‘reset’ pada kolom pencarian (search) dan pilih ‘Reset this PC’.

Di dalam pilihan Recovery pada menu Update & Security, pilihlah opsi ‘Get Started’ untuk memulai proses reset factory settings. Selama melakukannya, kamu akan diberi pilihan apakah kamu ingin menyimpan file tertentu atau melakukan reset total (yang berarti menghapus semua file di partisi instalasi Windows).

2. Melakukan Reset Factory Settings pada laptop berbasis Windows 7 atau 8

Pada dasarnya langkah-langkah untuk Reset Factory Settings pada Windows 7 sama dengan yang bisa diterapkan untuk versi Windows sebelumnya. Akan tetapi laptop dengan Windows 8 memiliki aplikasi recovery yang bisa diaktifkan dari dalam Windows. Jadi kamu perlu memeriksanya.

Langkah #1

Bakcup data apapun yang kamu perlukan sebelum melakukan factory reset. Langkah reset ke setting pabrikan akan menghapus semua data dan program yang sudah diinstall sejak pertama kali mengaktifkan laptop.

Langkah #2

Restart laptop kamu.

Langkah #3

Selama proses restart, bersiaplah untuk menekan tombol F bersamaan dengan kombinasi tertentu. Karena setiap vendor laptop menyajikan kombinasi berbeda, berikut kami sediakan daftarnya:

  • Dell/Alienware – F8
  • Sony – F10
  • Asus – F9
  • HP – F11
  • Acer – Alt + F10
  • Samsung – F4
  • Lenovo – F11
  • MSI – F3
  • Toshiba – tekan 0 (bukan numpad) ketika merestart, kemudian lepas tombol ketika logo Toshiba muncul.

Bila kombinasi di atas tidak bekerja dengan baik, maka kamu perlu waspada. Carilah pesan di dalam layar yang mungkin mengindikasikan kepada pengguna tentang bagaimana memulai proses recovery. Kamu mungkin juga perlu memeriksa bila opsi recovery partition tersedia di menu BIOS. Namun bisa jadi laptopmu tidak memiliki partisi recovery (atau opsi tersebut sudah dihapus). Kami tidak bisa memastikannya, jadi selalu periksa kemungkinan yang ada.

Langkah #4

Begitu kelar dengan langkah ketiga, sebuah instruksi akan muncul dan menjelaskan kepada pengguna tentang bagaimana memproses reset factory settings. Setiap vendor laptop menggunakan software berbeda untuk merestorasi ‘disk image’ dari partisi recovery, jadi kami tidak bisa memberikan petunjuk yang lebih spesifik.

Akan tetapi semua proses reset selalu berjalan otomatis, terutama bila kamu sudah selesai mengkonfirmasi bahwa kamu ingin memulai proses recovery. Oh ya, kamu mungkin perlu menunggu selama 30 menit sampai semua proses selesai. Beberapa macam proses akan merestorasi Windows terlebih dulu, dan kemudian menginstall driver dan program secara otomatis ketika boot pertama dijalankan.

Jangan lakukan apapun terlebih dulu sebelum semua proses telah selesai dan kamu dinyatakan aman untuk mengoperasikan laptop.

 

loading...

Tinggalkan Balasan