Kebanyakan pemilik komputer bakal merasa kesal dan bodoh ketika data di dalam hardisk, dan yang paling penting, terhapus secara tidak sengaja. Marah, kesal, dan emosi bercampur aduk jadi satu. Apakah kamu mengalaminya? Sebetulnya kamu tidak perlu merasa kesal, sebab di luar sana ada cara jitu untuk merestorasi data di dalam hardisk yang tidak sengaja terhapus.

Ada banyak cara untuk merestorasi data yang tidak sengaja terhapus. Dengan sedikit waktu dan alat yang tepat, dan perhatian yang seksama, kamu bisa mengembalikan data-data yang hilang dengan tepat.

Langkah 1# Persiapkan beberapa alat dan periksa kondisi hardisk

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa hardisk tidak rusak secara fisik. Kehilangan data sebetulnya bisa diakibatkan oleh dua faktor: ketidaksengajaan pemilik pC/laptop, dan kondisi hardisk yang memang rusak sejak awal.

Idealnya, kamu harus memiliki sebuah kabel data eksternal, atau konektor dari SATA/IDE ke USB, atau USB drive enclosure (seperti terlihat pada gambar di bawah ini) yang bakal mengubah hardisk internal menjadi perangkat penyimpanan eksternal. Kenapa ini perlu dilakukan? Sebab koneksi hardisk eksternal ditengarai lebih cepat dan lebih mudah.

Konektor hardisk eksternal
USB drive enclosure

Setelah mengubah hardisk internal menjadi eksternal, yang perlu dilakukan kemudian adalah pemeriksaan. Periksa apakah ada pin konektor yang patah atau bengkok, atau adakah bagian tertentu dari fisik hardisk yang rusak. Bila hardisk rusak secara fisik, maka diperlukan lebih banyak usaha untuk merestorasi data di dalamnya, sesuatu yang lebih rumit dan tidak bisa dilakukan tanpa bantuan dari ahli. Namun bila tidak, maka kamu beruntung. Kita bisa memproses ke langkah selanjutnya.

Langkah #2 Koneksikan hardisk ke komputer dan gunakan beberapa software

Sebelum melakukan semuanya lebih jauh, pastikan bahwa kamu telah mengubah hardisk internal menjadi eksternal dan kemudian menghubungkannya ke komputer lain. Namun sebelumnya kamu perlu memperbarui software anti-malware dan anti-virus yang terpasang di dalam komputer. Setelah memperbarui sistem identifikasi virus pada keduanya, waktunya untuk memasang beberapa software restorasi data. Dan inilah beberapa rekomendasi yang bisa kami berikan.

  1. Recuva: Ini adalah software restorasi data gratis yang sederhana dan mudah dioperasikan. Software satu ini menarik. Selain gratis, ia juga ditujukan untuk mereka yang hanya tertarik untuk mencari data dan merestorasi file terpilih di dalam hardisk.
  2. TestDisk: Software satu ini gratis, namun mungkin hanya bisa dioperasikan oleh mereka yang ingin bersusah payah dengan command line. TestDisk bisa berjalan di platform Windows, OS X, dan Linux. Yang satu ini melakukan pekerjaan bagus terkait dengan restorasi data dengan cepat.
  3. ileSalvage: Yang satu ini hanya ditujukan untuk pengguna Mac OS X. Sederhananya, software satu ini membantu pemilik data untuk merestorasi segala jenis file yang terdapat pada multi-partisi. Yang lebih hebat: dia juga mampu merestorasi data dari hardisk rusak maupun media yang korup.

Ingat bahwa proses restorasi harus segera dilakukan persis setelah data terhapus di dalam hardisk. Artinya: jangan sampai ruang kosong yang tersisa (yang ada setelah data terhapus) tertimpa oleh data lain. Kebanyakan hardisk dan juga OS memiliki kebiasaan untuk meng-overwrite ruang kosong yang muncul setelah data lama terhapus. Bila jangka waktu antara terhapusnya file dan proses restorasi terbilang lama, maka semakin kecil kemungkinan bagi kamu untuk merestorasi data yang diinginkan. Lebih jauh lagi, akan jauh lebih baik untuk memanfaatkan stand-alone app untuk merestorasi data yang hilang.

pemmz header

1 COMMENT

Leave a Reply