memilih PSU

Bagaimana sebuah power supply bekerja? Seorang yang berniat membangun sebuah sistem PC harus mampu memilih model power supply yang efisien dan memiliki daya yang tinggi. Artikel ini akan memandu Anda dengan sejumlah tips untuk memilih power supply (PSU) yang tepat.

Salah satu tips dasar dalam memilih PSU adalah: memilih yang paling efisien berarti kesempatan untuk menikmati nilai lebih yang ditawarkan oleh pasaran PSU. Karenanya di sini kami ingin mengajak calon pembeli untuk mempelajari teknologi, fakta, serta terminologi yang bekerja di belakang PSU untuk PC. Kami akan memulainya dengan membahas tentang efisiensi PSU.

  1. Bagaimana mengetahui efisiensi PSU

Salah satu cara mudah untuk mengukur efisiensi PSU adalah: apakah produk tertentu memenuhi standar Energy Star 5.0 dan apakah sebuah PSU memenuhi kriteria efisiensi 80 PLUS. Yang terakhir ini merupakan sebuah syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah PSU dan merupakan standar yang diakui di seluruh belahan negara.

Efisiensi tinggi dan daya maksimum sebuah CPU ditentukan oleh serangkaian tes, yang kemudian akan menentukan apakah sebuah merk PCU berhak menyematkan simbol 80 PLUS atau tidak. Ilustrasi di bawah ini akan sedikit menjelaskan tentang skema 80 PLUS pada sebuah CPU.

80 PLUS sertifikasi
sumber gambar: tomshardware.com

Hanya saja, konsep sertifikasi 80 PLUS sekarang ini telah mengalami revisi. Pasar menambahkan definisi yang membuat kode tersebut menjadi lebih ketat. Pada sertifikasi Bronze, Silver, Gold, dan Platinum, misalnya, masing-masing jenis sertifikasi mensyaratkan permintaan tersendiri. Bila sebuah CPU memperoleh 80 Plus Gold atau 80 PLUS Platinum, maka keduanya jauh lebih efisien dibandingkan dengan produk PSU yang tidak memilikinya. Harganya tentu saja akan menjadi lebih mahal.

2. Menyoal daya pada sebuah PSU

Ini menjadi sebuah poin pembicaraan penting pada sebuah PSU. Seberapa besar daya yang mampu disuplai oleh CPU, terutama ketika disalurkan lewat beragam voltase. Di zaman sekarang, kebanyakan PSU menarik daya melalui rel +12 V. Sebagai perbandingan, voltase 3.3 dan 5V memainkan peran yang lebih sedikit dibandingkan +12 V. Karena itu ada aturan sederhana: bila rel pada sebuah PSU 12V bisa mensuplai segala macam kebutuhan daya, dan kemudian masih menyisakan sebagian kecil daya, maka voltase yang lebih kecil tidak bakal memberikan banyak perbedaan.

3. Keamanan menjadi hal paling penting

Singkat kata, belilah sebuah PSU yang mampu menjamin keamanan perangkat PC dan penggunanya. Ada banyak istilah di dalam sebuah PSU yang bisa menjelaskan ketersediaan sistem pengaman pada perangkat tersebut, jadi pastikan bahwa semua fitur pengaman tersedia di dalamnya.

  • OVP (Over-Voltage Protection (primary and secondary))
  • OTP (Over-Temperature Protection)
  • OPP (Over-Power Protection)
  • OCP (Over-Current Protection)
  • SCP (Short-Circuit Protection)
  • NLO (No-Load Operation)
  • UVP (Under-Voltage Protection (primary and secondary))

Sebuah PSU yang bagus seharusnya memasang sebuah protections IC. Sayangnya, beberapa produsen PSU menjual model PSU yang sangat murah, dengan MOV dan fuse konvensional dan menyebutnya sebagai PS dengan surge and short-circuit protection. Meski terdengar benar, dilihat dari aspek teknis, namun resep kombinasi semacam itu berarti sebuah bencana. Harga PSU yang sangat murah bisa memiliki konsekuensi mahal bagi penggunanya.

4. Kapasitor dan kipas juga penting

Kapasitor menentukan ketahanan sebuah PSU dalam pemakaian jangka panjang. Karenanya tutup APFC haruslah berkualitas tinggi. Lebih jauh lagi, penutup elektrolit di sisi kedua harus dibuat oleh produsen yang memiliki jam terbang dan reputasi tinggi. Selain itu, penutup elektrolit mesti memiliki rating suhu sebesar 105 °C, dan bukan 85 °C. Di dalam sebuah PSU, keberadaan elektrolit terbilang penting. Anda akan menemukannya lewat gambar di bawah ini.

dua kapasitor PSU
sumber gambar: tomshardware.com

Sama halnya seperti kapasitor, kipas angin juga memegang peran penting. Ada banyak tipe kipasyang terpasang di badan PSU, namun umumnya hanya tiga jenis yang kerap dijumpai:

  • Hydro Dynamic Bearing (HDB) dan Fluid Dynamic Bearing (FDB) yang sanggup bertahan 50-150,000 jam pemakaian.
  • DOuble ball-bearing yang mampu bertahan 40-50,000 jam pemakaian.
  • Sleeve bearing yang mampu bertahan selama 30,000 jam pemakaian.

 

 

 

promo Aorus X7 DT GTX 10

Leave a Reply