Kanaya Gaming

Final dari LGS kembali digelar setelah pertempuran seru pada musim reguler selama 7 minggu. Dan Kanaya Gaming lagi-lagi menjuarai LGS empat kali secara beruntun setelah mengalahkan Revival Konoha dengan skor telak 3-0.

Kedua tim seperti biasa menghadapi fase grup pada musim reguler secara baik, dengan kedudukan klasemen kedua dengan skor 12-2. Namun Revival Konoha menduduki peringkat pertama berkat skor head to head 2-0 melawan kanaya. Sedangkan pada tempat ketiga ialah Fortius yang merupakan organisasi baru yang terdiri dari pemain Jakarta Juggernauts. Sedangkan pada peringkat keempat yang mendapatkan posisi playoff terakhir ialah Phoenix K-Squad yang memiliki anggota kebanyakan berkebangsaan Korea Selatan.

Kanaya Gaming mendominasi permainan semenjak babak perebutan tiket ke The Finals 2016, yang digelar pada tanggal 23-24 Juli 2016 di Kantor Garena. Pertandingan berat mereka rasakan di saat berhadapan dengan Fortius Gaming, tim berisikan pemain-pemain berkemampuan tinggi yang adalah juara dari LGS selama tiga season berturut (1, 2, dan 3) di waktu masih menggunakan nama Jakarta Juggernauts dan XcN.

Ibarat mengulang cerita indah dari The Finals sebelumnya, permainan apik kembali disuguhkan oleh Ruben ‘rubeN’ Sutanto dan Kenny ‘TheChupper’ Marcellino. Kedua pemain ini sekali lagi menjadi kunci bagi kemenangan Kanaya Gaming di Balai Sarbini, membuat The Finals seolah memang digelar khusus untuk mereka berdua.

“Untuk mempersiapkan LGS kali ini, kami berlatih selama 12 jam setiap harinya dengan menyusun strategi sematang mungkin untuk mempertahankan gelar juara” jelas para atlet e-Sports Kanaya Gaming yang beranggotakan Andre ‘Andre’, Hartanto ‘Pokka’, Kenny ‘TheChupper’, Ruben ‘Ruben’, dan Tobias ‘Oceans11’ yang dilatih oleh Coach Brian ‘BananaHammock’.

Revival Konoha, yang merupakan runner-up, juga memperlihatkan kemampuan mereka untuk terus mengamankan gelar sebagai penguasa grup semenjak season 6. Akan tetapi, mereka secara terpaksa harus mengakui betapa baiknya permainan dari Kanaya Gaming, meski sang juara bertahan tidak pernah mampu bertengger di posisi tertinggi pada fase penyisihan grup.

Kamu semua yang kelewatan bisa menonton match final di balai sarbini pada video berikut.

Leave a Reply