Pada artikel review Asus X550ZE-XX065D sebelumnya, pemmzholics sudah bisa lihat performa Asus X550ZE dalam kondisi standar. Nah kali ini, kita akan tunjukan ke pemmzholics salah satu cara memaksimalkan performa AMD APU FX7600P yang terdapat pada Asus X550ZE-XX065D.

Performa Versus Harga

Ada harga ada rupa, itu yang berlaku di setiap kegiatan jual beli. Di ranah komputer hardware juga demikian, tapi kata rupa di konversi menjadi performa. Semakin tinggi performa hardware komputer, semakin mahal harganya. Tapi apakah anda membutuhkan hardware yang mahal tersebut untuk mengejar visualisasi terbaik dalam game favorit anda? Atau anda termasuk kelompok yang lebih tertarik memaksimalkan komputer atau notebook bergenre price to performance dibanding membeli paket komputer atau notebook yang “sudah jadi”?

AMD FX7600P – Processor dengan 12 Compute Core Tercepat saat ini

Kenapa pemmzchannel bilang sebenarnya Asus X550ZE ini punya potensi performa yang cukup tinggi?. Untuk diketahui, Asus X550ZE dibekali Processor yang terdiri dari 12 Compute Core. Dan tiap-tiap compute core membawa performance per cycle yang sudah jauh lebih baik dari pendahulunya. Hal ini didapat karena AMD FX7600P mendapat peningkatan dalam beberapa hal. Pertama, clockspeed yang mencapai 3.6GHz yang walaupun masih Quad Core, AMD FX7600P sudah menggunakan L1 cache lebih besar yakni 96 KB per-module (sebelumnya 64 KB). Lalu decoder tersendiri untuk tiap core-nya (dual decoder per module) serta teknologi bulldozer generasi ketiga, streamroller yang menjadikan FX7600P Processor APU versi mobile tercepat sementara ini.

Asus X550ZE – Notebook Dual Graphics Processing Terjangkau

Delapan (8) dari 12 Compute Core tadi adalah core yang didedikasikan sebagai pengolah grafis atau GPU (Graphic Processing Unit). Radeon R7 M265 pada AMD APU FX7600P ini sudah mendukung generasi terkini Direct-X11.2, Mantle dan OpenCL 1.2. Seperti CPU core, GPU Radeon R7 berbasis Kaveri ini juga mendapat banyak peningkatan terutama penambahan shader core menajadi 512 ALU (sebelumnya 384). Ini artinya, 1 compute core terisi 64 shader saat ini. Ditambah lagi, GPU ini mendukung pemanfaatan frekuensi memory hingga DDR3 2133MHz. Jauh lebih advance dari semua “onboard” GPU yang pernah ada.

Belum lagi hadirnya dedicated GPU Radeon R5 M230 yang saat bertemu dengan aplikasi yang mendukung dual graphics processing, mampu menghasilkan performa lebih dahsyat lagi. Melengkapi dual graphics processing, kombinasi dua GPU plus CPU ini juga mendukung advance HSA (Heterogeneous System Architecture) yang memungkinkan mereka bekerja sama lebih intens lagi dengan kemampuan berbagi alokasi memory lewat hUMA. Fitur HQ (Heterogeneous Queuing) melengkapi kemampuan kerja sama ketiganya agar lebih sama rata membagi beban saat mengerjakan perintah dari aplikasi yang mendukung HSA.

Butuh Memory Bandwith Lebih Besar

Sebenarnya, dengan performa default tersebut notebook dengan layar 15.6-inch ini cukup bisa diandalkan menjalankan game demanding sekelas Battlefield 4 sekalipun. Ditambah workstation dengan keyboard chiklet ber-tuts ukuran besar dan dilengkapi num lock dijamin tak menyulitkan bagi anda pengguna desktop PC yang baru beralih ke notebook. Namun karena satu dan lain hal, spesifikasi bawaan pabrik harus disesuaikan. Nah karena penyesuaian tadi, performa asli dari hardware yang ada dalam notebook Asus X550ZE yang jadi bahan pembicaraan kali ini, tidak keluar 100% sesuai “aslinya”. Tambah lagi, sepertinya aplikasi benchmark yang pemmzchannel gunakan tak mengenali dengan baik cara kerja si AMD APU FX7600P ini. Padahal, kita cukup rajin mengupdate versi tiap-tiap aplikasi benchmark tersebut. Yang bikin tambah penasaran adalah, mengapa nilai performa processor-processor AMD untuk produk notebook atau laptop dalam benchmark sintetis seringkali tidak sinkron dibanding performa saat menjalankan real game.

Setelah melakukan beberapa kali pengujian juga membandingkan dengan beberapa referensi yang kita dapatkan, terbentuklah asumsi bahwa processor-processor AMD APU juga chip grafis di dalamnya membutuhkan sokongan bandwith memory yang besar. Untuk itulah kali ini tim pemmzchannel memutuskan untuk memberikan yang AMD APU ini inginkan, yakni bandwith memory lebih besar. Untuk itu kita harus membuat RAM pada Asus X550ZE ini terkonfigurasi secara Dual Channel. Sayangnya, di pasar Indonesia, SoDimm dengan frequensi 2133MHz tidak mudah ditemukan. Terpaksa, saat ini kita hanya bisa mencoba dengan SoDimm DDR3L ber-frekuensi 1600MHz. Nah yang ingin pemmzchannel sharing kali ini mulai dari proses disassembly hingga performa akhir setelah Asus X550ZE ini mendapat bandwith yang lebih besar.

Performance

Dari semua uji performa sintetis khususnya bagian Combine score yang menguji secara bersamaan CPU dan GPU, pemmzholics bisa lihat sendiri terjadi, peningkatan performa terlihat cukup luar biasa, mulai dari 20% hingga 43%. Untuk FX7600P yang sudah menggunakan dual channel memory, performa gamingnya terdongkrak sekitar 15% hingga 19%. Seandainya bisa kita dapatkan DDR3 ber-frekuensi 2133MHz, bisa jadi persentasi peningkatannya akan lebih tinggi lagi.

Conclusion

Gaming merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi semua orang, siapapun dan kapanpun. Dengan gaming, sesorang bisa sekejap lepas dari dunia nyata dan menjalani dunia yang benar-benar berbeda. Tapi kadangkala kegiatan ini bisa menjadi sesuatu yang menyebalkan jika yang kita harapkan tak sesuai dengan yang kita dapatkan. Visualisasi yang baik dalam gaming terutama berbasis PC adalah sesuatu yang mutlak dan tak mungkin bisa ditawar. Untuk itu, semua gamer pasti setuju bahwa PC dengan kinerja hardware yang maksimal merupakan aset terpenting dan utama. Hal terakhir yang dapat mendukung aset kita tersebut adalah dukungan garansi dari Asus selama 2 tahun penuh mencakup servis dan sparepart. Jadi lebih aman tentunya bagi kita walau harus membuat hardware pada Asus X550ZE ini bekerja maksimal terus menerus.

Ayo, jika ada pemmzholics yang mampu memaksimalkan AMD APU pada Asus Z550ZE lebih tinggi lagi, jangan sungkan berbagi dengan kita di kolom komentar ya. Untuk yang butuh panduan mengakses slot memory Asus X550ZE, bisa simak video disassembly Asus X550ZE di bawah ini.

promo Aorus X7 DT GTX 10

17 COMMENTS

  1. min kenapa ya saya uda upgrade ram ke dual chanel pake corsair tapi ko videocard yang kebaca di autocad hanya r5 bukan r7 , saya bingung ni , apa bener harusnya r5 apa bisa r7 , yg saya carikan r7 waktu pertama saya beli ni laptop mohonpencerahannya gan

  2. Min saya punya laptop seperti itu sama persis jika saya mau uprade ram hingga 8gb jenis ram apa yg saya harus beli

  3. Mas Rifan,aku dah liat tutor bongkar di youtube…keren 😀
    Oh iya,aku pake ASUS AMD A10 X550ZE RAM 4GB.Main Assassin’s Creed Syndicate miris bgt cuma dpet 14Fps,apa klau ram 8GB bsa nambah ya Fpsnya?
    Kenapa kinerja nih notebook serasa ada yang kurang gtu kyaknya…apa gra” blm dual channel ya?
    Mkasih mas,sblmnya.aku tnggu kabar kjelasannya ya… 😀

  4. [ask]
    misi om, saya mau nyari laptop untuk saya sendiri buat kuliah grafis, ilustrator, after effect, 3d’s max, render video..
    rekomendasi temen ane pilih laptop asus x550ze yang Amd a10 yang prosesor up to 3,4ghz + dual graphic atau asus serie lain yang keluaran Intel + vga nvidia ?
    budget saya 7 juta.. tolong infoonya dong.. makasih temen temen….

    • Tambahan, better ambil laptop yang lebih baru seri processor AMD nya bro. Seperti yang ada di Acer E5-552G atau Asus X555DG. Tambah sedikit,sekitar 7,5 dapet Acer E5-552G di pemmz.com yang sudah pakai AMD FX. AMD FX ini di atas AMD A10, punya 12 Compute core (A10 cuma 10 Compute Core)

  5. Admin nya ga Bantu nih -_- orang lain nanya cara, malah di suruh beli lappy baru
    Anak tk juga bisa ngomong gitu

    • Tolong di fahami dulu situasi pertanyaan yg masuk bro. memang penanya lagi butuh info laptop baru. :sedih:

Leave a Reply