Lewat seri Asus X550ZE yang kita review kali ini, sepertinya Asus mencoba menjawab banyak “kegalauan” AMDers yang pesimis akan perkembangan hardware mobile AMD melihat minimnya publikasi tentang generasi Processor mobile AMD bahkan produk-produk notebook yang menggunakan processor mobile AMD khususnya di pasar komputer Indonesia. Nah sejauh mana peningkatan Kaveri pada Asus X550ZE dibanding Richland pada edisi sebelumnya? Simak review Asus X550ZE-XX065D by pemmzchannel berikut ini.

Review Asus X550ZE – XX065D

SPESIFIKASI Asus X550ZE – XX065D

AMD FX-7600P Bald Eagle

7600P-3SoC APU 12 Core (4 Compute Core CPU + 8 Compute Core GPU) dari AMD yang Menggunakan arsitektur Kaveri dengan fabrikasi 28nm serta mengkonsumsi daya 35Watt yang artinya sama dengan generasi sebelumnya, Richland. AMD FX-7600P berjalan di clock frequensi 2,7GHz dan memiliki turbo clock hingga 3,6GHz serta didukung dengan penggunaan micro arsitektur streamroller yang terkenal lebih efisien dalam “performa per cycle” nya.

AMD Radeon R7 M265 + Radeon R5 M230

GPU Z

Asus X550ZE dibekali dua buah GPU, satu GPU terintegrasi dalam Processor FX-7600P yakni AMD Radeon R7 Kaveri dan satu lagi GPU dedicated Radeon R5 M230. Pada GPU-Z, GPU AMD Radeon R7 Kaveri terdeteksi memiliki VRAM sebesar 1GB dan Memory interface 128-bit, yang jarang sekali kita temui pada i-GPU kebanyakan. Harusnya, performa R7 Kaveri ini sangat mumpuni dan bisa anda andalkan.

Sedangkan untuk dedicated GPU-nya, terpasang Radeon R5 M230 yang merupakan GPU dx12 entry level berbasis SUN GPU. Radeon R5 M230 memiliki core clock yang terbilang tinggi yakni hingga 855MHz plus video memory clock hingga 1000MHz (64-bit). Radeon R5 M230 juga mendukung OpenCL 1.2 yang artinya bisa dimanfaatkan oleh aplikasi berbasis OpenCL untuk melakukan perhitungan layaknya CPU (pararel computing).

Lalu bagaimana performa gabungan kedua buah GPU Radeon ini? Sabar, kita bahas dulu satu-satu mulai dari design, OK!

Design & Material
IMG_1300Asus X550 menggunakan design yang hampir sama dengan seri X45x dan beberapa seri A45x, terutama sekali bagian bottom case yang menggunakan konsep single door access. Hanya saja dengan dimensi yang lebih besar untuk mengakomodasi ukuran LCD 15.6-inchnya. Untuk bagian LID cover, permukaannya dibuat bertekstur serat melingkar yang jika terkena cahaya akan menjadikannya terlihat seperti memantulkan hologram seperti sifat bahan logam, padahal ia sebenarnya berbahan plastik. Untuk bagian workstation dibuat dua bagian berbeda, palm rest dibuat bertekstur sedangkan area keyboard polos silky dengan tambahan polka dot kecil-kecil yang membuatnya seperti bergradasi.

IMG_1307
Full size keyboard dan touchpad yang luas

Keyboard lengkap dengan num lock area khas notebook 15.6-inch tanpa banyak shortcut button kecuali tombol power di bagian kiri atas. User experience keyboard seri ini sama persis dengan seri A maupun seri X Asus lainnya. Sedikit mengurangi kenyamanan adalah bagian penyangga papan keyboard yang kurang solid, seperti ada celah dibawahnya hingga membuat tuts keyboard seperti membal saat ditekan agak keras. Seperti khas produk Asus terbaru, touchpad pada Asus X550ZE ini juga sangat luas dan dilengkapi fitur gesture yang sama.

Area Bottom case Asus X550ZE
Area Bottom case Asus X550ZE

Bagian bottom case, anda akan temukan 3 buah mesh hole sebagai jalan keluar masuk udara dan beberapa tonjolan untuk area HDD dan battery. Kesemua area bottom case memiliki permukaan dove yang membuatnya tidak licin saat di angkat. Terdapat tiga buah mesh hole sebagai jalan masuk udara segar yang akan dihisap fan untuk dikeluarkan lewat sisi exhaust sebelah kiri.

Port & Connectivity

X550ZE Connectivity

Asus X550ZE dilengkapi konektifitas standar notebook modern saat ini tanpa konektifitas khas notebook high-end seperti thunderbolt atau miniDisplay port. Bagian kiri anda bisa temukan lubang Exhauts, analog VGA port, HDMI port, RJ45 Network port dengan model spoiled, 2 buah USB 3.0 port dan Combo Audio port. Sedangan sebelah kanan hanya terdapat ODD area dan sebuah tambahan USB 2.0 port. Untuk indikator pada bagian depan, terbilang cukup lengkap dan bisa dengan mudah anda pantau karen terlihat langsung dari pojok kiri bawah workstation. Terdapat power indikator, battery indikator, HDD activity, Wireless, Num-lock dan Caps lock indicator.

Display Panel

Merk dan type panel LCD Asus X550ZE
Merk dan type panel LCD Asus X550ZE

Asus X550ZE menggunakan panel LG Philips dengan seri LP156WHB-TLA1 dengan luas bidang 15.6-inch resolusi 1366 x 768 pixel jenis Glare. Backlit LED yang meneranginya cukup baik hingga hampir rata menyeluruh di setiap sudut bidang hingga tak kami temukan adanya area gelap. Kontras juga sangat baik walau black quality jadi tumbal yang membuat scene-scene gelap dalam game atau film cenderung abu-abu.

Upgrade Option

Untuk meningkatkan performa Asus X550ZE ini, terutama performa GPU onboard dalam AMD FX7600P, pengguna bisa menambah RAM hingga kapasitas maksimal 16GB dengan dua buah slot yang tersedia. Selain RAM, pengguna bisa saja mengganti HDD standarnya dengan SSD lalu memindahkan HDD standarnya ke slot yang dipakai ODD dengan bantuan HDD Caddy.

Cooling System

Temperatur
Temperatur Asus X550ZE saat idle dan full load

Lewat software HWMonitor, terdeteksi angka temperatur yang sangat tinggi. Agaknya ada ketidakcocokan antara software ini dengan bios pada hardware. Paling mungkin karena software ini belum mengenali secara baik seri Kaveri serta GPU R7 dan R5.

Motherboard dalam Asus Z550ZE ini memiliki layout yang menempatkan komponen aktif CPU dan GPU persis di bawah area palm rest sebelah kiri. Hal ini sangat kurang baik bagi anda yang menggunakan notebook ini untuk bermin game dalam jangka waktu lama. Katakanlah anda menggunakan USB mouse, tapi tetap saja telapak tangan kiri anda akan terserang panas karena area terpanas notebook ini persis berada di bawah telapak tangan kiri anda. Ada baiknya, anda gunakan Cooling pada yang bisa di atur posisi fan-nya atau sekalian menggunakan USB keyboard.

Performance

Synthetic benc comparisonJelas sekali RAM 4GB sangat kewalahan mencukupi kebutuhan system utama dan iGPU Radeon yang kita tahu sangat bergantung pada RAM. Performa real dari Dual graphics yang ditawarkan Asus X550ZE seperti terseok-seok. Untuk itulah, tim pemmzchannel memutuskan untuk mencoba Asus X550ZE ini dengan dua konfigurasi RAM, standar dan dual channel 2 x 4GB. Hasilnya, anda bisa simak pada tabel benchmark di atas ya gamers.

Performa CPU AMD FX7600P ini bisa dibilang masih dibawah performa CPU dual core ULV kompetitornya. Apalagi saat hanya menggunakan single RAM. Untuk GPU, dengan usaha memaksimalkan dual GPU pada Asus X550ZE, performa general masih dibawah seri 64-bit produk si hijau seri terbaru. Yang juga tidak mendukung performa keseluruhan adalah bagian storage. Walau memiliki kapasitas wah, 1TB, namun masih menggunakan jenis 5400pm yang seringkali menjadi penyebab munculnya lag saat buka tutup aplikasi juga ekplorasi file.

Conclusion

IMG_1291Dilabel dengan harga 7,499,000, Asus X550ZE-XX065D jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Wajar saja, karena ia menggunakan processor APU kasta tertinggi yakni FX series. Dan jika dibandingkan dengan X550ZE-XX033D yang menggunakan A10-7400P dengan label harga 6,8 juta rupiah, anda mendapatkan performa CPU yang 30% lebih tinggi. Akhir kata untuk review Asus X550ZE kali ini adalah, sepertinya AMD harus lebih meriset lebih banyak untuk memberi kejutan yang lebih besar bagi para fans mereka juga pecinta Asus X55x series.

Produk Sejenis :

Lenovo Z50-75

HP Pavilion 15 P229AX

promo Aorus X7 DT GTX 10

85 COMMENTS

  1. min itu ram bawaannya Apa mereknya. aku search yg di bilang sky henix 4Gigabyte PC1600 kok ndak add ya? mohon pencerahannya mau tambah ram bingung

    • SK HYNIX
      Merk RAM ini umumnya hanya ada pada konfigurasi default bawaan pabrik. Kalau di luaran, umumnya sudah di OEM.
      Gak perlu sama sampai chipnya, yang penting sama-sama DDR3L, kapasitas 4GB dgn clock speed 1600MHz
      dijamin, jalan dual channelnya

      • kalo mau upgrade RAM di atas 4GB,baiknya pake windows yg 64bit,gan….biar RAMnya kebaca total. limitasi windows 32bit tuh,usable RAM cuma terbaca sekitar 3,x GB…berapa pun ukuran yg dipasang di slot RAMnya (mau 4GB/6GB atau lebih). 🙂

  2. bro, laptop ane xx065d, cobain upgrade ram pake 4gb vgen 1600mhz low voltage ataupun pake corsair 2x4gb 1600 mhz low voltage kok dual channelnya ga jalan ya, di bios kebaca 8gb, tapi pas di windows ga kebaca 8gb, tapi 3.45gb usable, pake win 8.1 pro 64bit, kira kira masalahnya dimana ya? cek setting bios, ga ada pilihan apa apa

  3. Min asus x550ze xx033d . amd a10 ramnya dual channel atau single channel

    Asus x550ze xx065d nya agak susah nyarinya

  4. Yang amd fx. Kalo ram upgrd sampe 8gb . Kira kira kuat ga buat main assassins creed unity dan syndicate , min? Black out 3 sama the witcher 3. ?

  5. Untuk penggunaan seri fx ini buat kebutuhan desain grafis standart (photoshop, AI, dan corel) apa harus di upgrade ram juga 2x4gb bro?

  6. Hallo min berarti untuk upgrade ram hanya perlu memperhatikan type ram dan kecepatan nya aja ya min, ga perlu nyamain clock litency nya , oh iya min menurut mimin lebih baik corsair atau kingston, untuk setting vram dimana ya min, Thanks before

  7. gan, ane mau upgrade ram jadi 12 gb, tinggal nambahin yang 8 gb ya gan? single channel 1×8 atau dual channel?? ane kurang ngerti, kan ram bawaannya ga bisa diganti kan ya? pake yang ddr3L yang 1600 mhz ya gan?? makasih

    • yup, tinggal pasang aja 8GB nya.
      Secara teori, dual channel akan tetap berjalan. Tapi mengikuti kapasitas, clock speed dan latency yang terendah dari kedua RAM yang terpasang.

  8. mau tanya dong kalo untuk asus x550ze fx7600p sama asus x555DG fx8800p bagusan mana ya?alasannya?thx

    • Kemungkinan tetap ada. Apalagi saat menjalankan aplikasi yang membutuhkan usage hardware yang tinggi. Dan karena masih menggunakan HDD. Jika menggunakan SSD, dipastikan jauh lebih responsif

  9. Halo..
    Mau tanya nih,
    kalo dibandingin sama Asus a456lf dari segi perform gaming gimana? Kok ane lihat reviewnya sama2 bagusnya. Harga juga gk trlalu beda jauh.
    Trims…

    • Semua laptop boleh kok di charge sambil di pakai 🙂

      Tapi ada baiknya charger dicabut setelah baterai penuh

    • laptop sekarang mah sudah ada auto cut nya…biar baterai 100% nda usah cabut cas krn daya yg masuk dari cas ke baterai otomatis beralih ke laptop. yang perlu di perhatikan itu,jangan bikin baterai laptopnya panas misalnya di mainin di atas tempat tidur,di pangku dll. itu bakalan bikin baterai laptop cepat nge drop.

  10. min, butuh saran nih.. masih bingung milih laptop antara X550ZE AMD FX atau A456UF core i5, penggunaan untuk programmer/simulator mechanical. Kira’ sarannya lebih kmn ya min?? trima kasih

  11. min kalo bole tau, untuk asus x550ze jika ingin nambah ram mengapa mesti seragam, misalnya 4gb(permanen)+4gb tambahan=8gb.. dibanding dengan 4gb(prmanen)+8gb tambahan=12gb, memangnya ada aturan trsndri jika ingin mnambah ram? mesti seragam atau gmna, mohon di penjelasan nya ya min ehehhee maap msh newbi soal ginian

  12. Lebih baik mana mas asus X550ZE ini atau asus A456UF , pengunaan untuk desain grafis adobe ilutrator, adobe primer, cinema 4d, blender, juga untuk rendering + gaming

  13. Bro rifan, rencana nya mau beli asus x550ze xx065 tapi masih bingung, buat main game, aplikasi cad, photoshop,adobe, rendering video ada saran laptop lain dengan harga mirip2 dan performa lebih bagus??

    • X555DR aja skalian bro. Lebih baru processornya. Ambil yg FX. Dah mantep itu buat kebutuhan mas bro

  14. Pak Rifan, jadi kesimpulanya laptop untuk design arsitektur modeling dan rendering, lebih baik Asus A456 ya. Mohon Diijawab.

    Terimakasih

    • FX series bisa mendukung “hingga” 2133MHz. Kalau di Indonesia ada yang jual 2133MHz, silakan di pakai. Sedangkan Asus sendiri memang hanya membekali dengan versi 1600MHz untuk kemudahan replace kalau terjadi apa2. Karena akan sulit mendapatkan spare part memory 2133MHz di Indonesia

    • Sebaiknya cek dulu note yang diberikan pada setiap update terbaru. Jika tidak ada yang kita butuhkan, sebaiknya tidak perlu upgrade ke versi baru. Stay aja dengan versi pabrikan. Di sarankan pakai punya pabrikan atau vendor. Atau kalau mau coba dari web AMD, jangan pernah gunakan versi beta yang belum mendapat certified by windows lab (WHQL)

  15. ane ada beli laptop ini , menurut ane cukup powerfull juga. spek masih standar ga ada penambahan mainin dota 2 reborn pada 1366×768,diuncentang semua kecuali normal map dan lightning, texture high, shadow medium, render 90, FPS 25-50. tapi baterainya untuk dotaan hanya 1jam, dan untuk make biasa hanya 2-3 jam aja ya.

  16. Halo mas rifan, saya sangat respek sm mas krn mau meladeni setiap pertanyaan pengunjung web ini.
    Setelah baca banyak komen diatas saya mengambil kesimpulan klu laptop dengan series i5 lebih mumpuni dr pada fx 7600 utk kebutuhan 3D arsitektur dan 3d rendering, apakah itu berlaku jg utk amd carrizo ? Seberapa signifikan pengaruh Quadcore vs DualCore dalam aktivitas aplikasi 3d ?
    Sekalian mau tanya, saya suka ama lenovo y40-80, kira2 y40-80 support ram dual channel dan SSD gak mas ? Mohon jawabannya. Matur nuwun

    • Jangan lupa jika laptop dengan intel core i5 yg di maksud membawa serta performa nvidia geforce. Kasus nya jadi berbeda jika hanya mengandalkan intel HD bawaan intel.
      Setiap generasi AMD pasti membawa peningkatan performa. Tapi sayangnya, AMD sepertinya fokus pada peningkatan performa GPU dibanding CPU. Carrizo sendiri yang saya ukur plus cari referensi dari mana-mana, performa CPU nya hanya naik 10% dibanding gen 5.

      Y40 support dual channel. Tapi sayangnya gak nyediain slot mSATA apalabi M.2. Jadi kalau mau pakai SSD, harus lepas HDD bawaannya.

  17. MIN kalo dibandingkan asus x555dg sm lenovo z50-75 dari segi spek dll untuk gaming bagus yg mana? mohon pencerahan tq

  18. min, untuk asus lebih baik x550 atau x555?
    apakah keduanya tidak memakai onboard ram (sehingga bisa diganti dual channel tanpa onboard)?

  19. min, laptop ane asuss x550ze FX7500. RAM existing kan 4GB. mau saya upgrade, nambah 1 slot 8GB. bisa ga? jadi total 12 GB.
    ada rekomndasi RAM nya? kalo pake RAM PC Corsair Vengeance 8GB (1x8GB) DDR3 PC-12800 1600 Mhz, compatible?

    thanks

  20. mas Rifan, mau nanya ni saya kan baru beli asus x550ze, tokonya ngasih upgrade ram 4GB, jadinya kan 8GB, setelah dipasang, di windowsnya terbaca 8GB(3,45GB usable) setelah saya menanyakan ke pihak asus, ternyata laptop asus x550ze ini ramnya hanya up to 4GB bukan 16GB, jadi katanay wajar jika yang usable cuma 3,45GB. apa benar seperti itu ya mas? mohon dijawab mas. Terimakasih

    • Ini sering terjadi kalau nominal share memory untuk VGA onboard terlalu tinggi. Coba ke msconfig, select boot tab -> Advanced, uncheck the “Maximum Memory” box. Restart

      • Kalo seperti itu sudah mas. tapi tidak ada perubahan sama sekali. Rencananya mau test memakai Ram 8×2. Tapi takutnya tidak ada pengaruhnya pada usable memory.

        • Kalau memungkinkan, coba recovery dl windows dan drivernya. Kita ada Asus K55DR, waktu di win 8.1 pernah begitu. Upgrade pakai windows 10, normal

    • Mungkin lebih tepatnya itu karena limitasi memori dari Windows yg 32bit,jadi seberapa besar memori yg terpasang hanya sekitar 3,xx Gb aja yg usable. Lain ceritanya kalo pake Windows yg 64bit yg bisa membaca semua besaran RAM yg terpasang. Semoga membantu. 🙂

    • Mungkin lebih tepatnya itu karena limitasi memori dari Windows yg 32bit,jadi seberapa besar memori yg terpasang hanya sekitar 3,xx Gb aja yg usable. Lain ceritanya kalo pake Windows yg 64bit yg bisa membaca semua besaran RAM yg terpasang. Semoga membantu.

    • Mikhabima: coba dicek dxdiag-nya,gan. Windows yg agan pake berapa bit. Kalo yg dipake versi 32bit,berarti agan mesti install ulang OSnya….tp pastikan menggunakan versi yg 64bit. Karena yg versi 64bit ini mampu membaca keseluruhan RAM yg terpasang (misal yg terpasang 8GB,usable bisa sekitar 7,85GB). 🙂

    • Wah gak bener itu. Apalagi seri FX yang merupakan kasta tertinggi AMD APU, dia bisa support up to 16GB loh

    • Wah gak bener itu. Apalagi seri FX yang merupakan kasta tertinggi AMD APU, dia bisa support up to 16GB loh

    • sebagian besar laptop2 baru zaman sekarang sudah mendukung fitur auto cut-off kok. jadi kalo baterai sudah terisi penuh,maka secara otomatis listrik yang masuk dari adapter akan di-bypass ke motherboard laptop. tentu,walau sedang bermain game dan baterai masih 100%,sambil di-charge pun tidak masalah. semakin jarang charge-discharge (isi penuh baterai lalu mengosongkannya),maka semakin awet baterai laptop tersebut (tidak cepat aus). 🙂

Leave a Reply