Salah satu kekurangan dari aplikasi yang tersedia di Google Play Android adalah, Google tidak menyetujui dan mengecek satu-persatu aplikasi tersebut secara manual, seperti yang Apple lakukan. Oleh karena itulah beberapa Aplikasi Android Berbahaya dapat berisi malware atau virus yang membahayakan perangkat Android anda. Kenali ciri-ciri dasar yang sudah team Pemmz rangkum berikut ini untuk mengetahui dan mencegah masuknya aplikasi berbahaya di device pribadi anda ! 

Meskipun Google tidak memeriksa setiap aplikasi third-party secara manual, namun mereka mengaktifkan scan app di Google Play Store untuk mengecek anti malware.

► Aplikasi tersebut tidak terdapat di Play Store

Android mengijinkan penggunanya untuk menginstall aplikasi dari situs luar selain Google Play Store. Tentunya kebebasan yang satu ini, memberikan banyak pilihan menarik, dimana kita bisa mendownload dan menginstall aplikasi dari Amazon App Store, dsb. Sama seperti desktop Windows, Mac OS X, atau Linux, kita bisa mendapatkan software app dari website manapun untuk diinstall. Sehingga kesempatan aplikasi berisi malware dan virus pada Android juga sama besar seperti pada OS desktop.

Jika anda menginstall aplikasi bajakan (pirate) dari situs gelap, maka PemmzHolics juga jangan kaget bila aplikasi tersebut nantinya menghadirkan malware pada Android anda, dan bisa mengacaukan sistem.

Namun Google kali ini secara otomatis menjalankan scan aplikasi yang terinstall pada perangkat smartphone atau tablet Android anda. Jika Google mendeteksi aplikasi yang anda unduh dari Play Store mengandung potensi malware, maka Google akan secara otomatis menghapusnya dari device. Oleh karena itu para hacker mendistribusikan aplikasi tersebut diluar Play Store untuk mencegah proteksi dari Google tersebut.

Android juga kini menawarkan pengecekan scan aplikasi jika PemmzHolics menginstallnya dari luar Play Store, cara kerjanya mirip seperti program antivirus, namun sayangnya aplikasi ini pun kurang sempurna dan memadai.

Jadi, jika sebuah aplikasi tidak tersedia pada Play Store, berhati-hatilah dan jangan sampai menginstallnya kecuali Anda memiliki alasan dan persiapan khusus. Dan jika Anda terlanjur menginstall aplikasi dari luar Play Store, biarkan/ijinkan device anda untuk men-scan aplikasi tersebut untuk mencegah adanya virus malware berbahaya.

image_gallery

Aktifkan (centang) Verify Apps pada Security Setting di Android anda agar Android dapat melakukan scan mendasar pada aplikasi yang mencurigakan. Jika Android memperingati adanya bahaya akan sebuah aplikasi, uninstall-lah aplikasi tersebut segera!

► Meminta banyak Permission mencurigakan

Beberapa aplikasi terkadang meminta banyak sekali ijin (permission) untuk mengakses berbagai data di perangkat Android anda. Seperti contohnya, jika sebuah aplikasi lampu flashlight, meminta ijin untuk membaca daftar kontak, mengakses lokasi anda, dan koneksi internet, tentunya sangat mencurigakan bukan?! Untuk apa aplikasi tersebut membutuhkan data anda?? Bisa saja mereka mencuri data-data kontak anda dan koordinat lokasi anda untuk diberikan ke server sebuah jaringan iklan. Apabila juga sebuah aplikasi yang tidak ada hubungannya dengan SMS, lalu meminta ijin untuk mengakses SMS anda, maka bisa saja mereka akan mengirimkan premium SMS ke nomor anda dan akan memakan banyak pulsa Anda tanpa PemmzHolics sadari.

Permission access adalah masalah penting dalam ekosistem Android, karena banyak aplikasi yang meminta terlalu banyak jenis permission, dan pengguna tidak dapat menolaknya satu-persatu seperti pada device Apple iOS, tanpa harus me-root device anda.

Sistem Permission menghadirkan efek yang besar tentang kualitas sebuah aplikasi. Bila anda menginstall sebuah aplikasi kecil, yang tidak membutuhkan permission apapun, dapat dipastikan app tersebut aman karena app tersebut tidak dapat mengakses apapun atau bahkan tidak bisa mencoba menyebarkan virus malware pada device anda.

permissions

• Selalu waspada dan pastikan Permission yang diminta sebuah aplikasi ketika akan menginstallnya. Jika anda tidak terlalu percaya atau tidak terlalu mengenal sebuah aplikasi, namun aplikasi tersebut membutuhkan banyak hal dalam permissionnya, itu sudah menjadi sebuah tanda bahwa app tersebut dapat berpotensi menyalahgunakan akses yang mereka dapatkan.

Cara mengenal Aplikasi yang berkualitas : Install, Review, Reputasi

Sama seperti aplikasi untuk desktop, meng-evaluasi sebuah app apakah dapat dipercaya atau tidak adalah hal yang esensial. Di Android kita dapat terlebih dahulu melihat pada jumlah berapa banyak app tersebut pernah di-install, dan juga membaca ulasan review dari user lain yang pernah menginstallnya. Jika sebuah app hanya memiliki jumlah download/install yang sedikit, ditambah dengan ulasan review yang kebanyakan negatif, maka PemmzHolics patut curiga akan keamanannya.

review apps

Beda hal-nya jika sebuah aplikasi memiliki ulasan dengan rate bintang 4 hingga bintang 5, dan telah diinstall oleh jutaan pengguna, sudah bisa dipastikan bahwa app tersebut terpercaya. Namun, rate dan review tersebut lagi-lagi terkadang hanya tipuan dari sebuah app, yang memaksa pengguna yang baru menginstall untuk mengulas dan memberikan rate tinggi.

Reputasi dari developer pembuat sebuah aplikasi juga penting. Sebuah app yang dibuat oleh Google sudah dijamin lebih aman daripada app yang dibuat oleh seseorang yang namanya tidak pernah terdengar / tidak terkenal. Sebuah organisasi tertentu seperti nama Bank yang terkenal juga lebih menjamin app nya daripada dari organisasi yang tidak/belum jelas keberadaannya.

• Dikarenakan belum ada software yang ampuh untuk mengetahui keberadaan malware/virus pada sebuah aplikasi, maka PemmzHolics harus tetap berhati-hati. Cara termudah untuk memperkecil kemungkinan tersebut adalah dengan ‘hanya’ menginstall aplikasi dari Google Play Store. Perhatikan juga request akses permission yang muncul, berapa kali app tersebut pernah diinstall, ulasan pengguna lain, dan reputasi dari developer-nya.

Follow us @pemmzfacebook, slideshare

promo Aorus X7 DT GTX 10

Leave a Reply