Satu lagi opsi notebook gaming 17″ berbekal VGA kelas menengah namun dengan opsi upgrade yang sangat luas. Gigabyte P27K, terutama yang kami terima langsung dari Taiwan ini di persenjatai spesfikasi yang super waahh. Pemmzholics bisa lihat spesifikasi seperti yang kami tulis di bawah, dari situ pihak marketing Gigabyte Taiwan ingin mensosialisasikan keunggulan P27K ini dari sisi upgrade option nya. Lalu seberapa besar benefit yang kita dapat dari memaksimalkan area RAM dan storage khususnya di barebone yang sama-sama membekal GTX765M. Nah, di review ini, tim RnD Pemmz akan bandingkan dengan ASUS ROG G750JW dan Xenom Shiva yang “kebetulan” punya barebone yang sama tapi saat kami uji menggunakan komponen di bawah P27K.

<

Specification

OS Windows 8 Pro
CPU 4th Generation Intel® Core™ i7-4900MQ Processor (2.8GHz 8Mb, 47W)
Display 17.3″ Full HD 1920×1080 LCD
System Memory 20GB DDRIIIL 1600, 3 slots (Max 24GB with core i7 family)
Chipset Mobile Intel® HM87 Express Chipset
Video Graphics Intel® HD Graphics 4600
NVIDIA® GeForce® GTX 765M GDDR5 2GB (Supports NVIDIA® Optimus™ Technology)
Storage *Supports Triple-storage System
256GB mSATA SSD + 2x 750GB 2.5″ 9.5mm HDD 7200rpm
Keyboard Type Full-sized Backlit Keyboard
Optical Disk Drive Super Multi DVD RW
I/O Port USB(3.0)*2, eSATA/USB(3.0) Combo*1, USB(2.0)*1, HDMI, D-Sub, RJ45, Mic-in, Earphone-out, DC-in jack, S/PDIF Out, 9-in-1 card reader
Audio 2 Watt Speaker*2, Microphone, Sound Blaster™ Cinema
Communications LAN: 10/100/1000Mbps Ethernet
Wireless LAN: 802.11b/g/n
Bluetooth: Bluetooth V4.0
Webcam 2.0 Megapixel
Security Kensington Lock
Battery Li-ion 8-cell, 5200mAh, 76.96Wh
Dimensions 413(W) x 277.5(D) x 17.5~48.8(H) mm
Weight ~3.2kg (w/ODD and 8-cell battery)

Design

Design

Penambahan garis-garis menyudut pada design cover membuat tampilan Gigabyte P27K berkesan lebih tegas. Warna orange gelap sepertinya memang di maksudkan untuk menunjang lekukan garis tersebut agar terlihat menonjol. Ketika lid lcd di buka, warna hitam dove metalik mendominasi tiap sudut casing dari LCD frame hingga upper dan bottom case, hal ini membuat warna orange pada cover depan LCD menjadi tak lagi tampak.

Dibagian bawah lid LCD, terlihat tulisan GIGABYTE yang jika di lihat sepintas seperti digrafir menyatu dengan permukaan frame LCD, padahal pabrikan hanya menggunakan sistem “sablon”. Pada bagian atas frame, bisa pemmzholics lihat sebuah webcam 2.0 Megapixel lengkap dengan mic.

Workstation Design

Bagian workstation juga mendapat jatah re-design seperti terlihat pada foto di atas. Design tombol power dan GPU priority shortcut yang membentuk prisma mengingatkan tim pada design tombol pada ASUS ROG 2013 edition.

Tak cukup terang untuk ruang dengan lampu, tapi sangat membantu jika keadaan sekitar mendadak sangat gelap, mati lampu misalnya :D
Tak cukup terang untuk ruang dengan lampu, tapi sangat membantu jika keadaan sekitar mendadak sangat gelap, mati lampu misalnya 😀

Port & Communication

Gigabyte P27K side by side
Gigabyte P27K side by side

Untuk sebuah notebook 17.3″, apa yang di bawa Gigabyte P27K khususnya port dan koneksi terbilang lengkap. Urusan transfer data by cable, P27K menyediakan total 4 port USB (termasuk e-SATA/USB combo port), DVD-RW Drive, LAN port 1 gbps dan sebuah 9-in-1 card reader. Sedangkan untuk komunikasi wireless, pemmzholics bisa menggunakan WiFi 802.11b/g/n dan Bluetooth 4.0.

butuh sedikit usaha untuk mengakses Port D-Sub yang bersebelahan dengan charging port.
butuh sedikit usaha untuk mengakses Port D-Sub yang bersebelahan dengan charging port.

Untuk mempresentasikan tampilan layar ke media yang lebih lebar, Gigabyte P27K di bekali standar HDMI port dan D-Sub yang memang masih sering di butuhkan oleh proyektor modern sekalipun. Sayangnya, pada port D-Sub tidak di bekali pengunci yang berfungsi menahan kabel saat di koneksikan.

Upgrade Option

Walau GPU tidak upgradable, part lain sangat leluasa untuk di maksimalkan
Walau GPU tidak upgradable, part lain sangat leluasa untuk di maksimalkan

Core i7 4900MQ
Seri processor ini merupakan seri tertinggi kedua yang bisa di aplikasikan pada Gigabyte P27K. Di atasnya, sebenarnya tersedia seri core i7 4930MX dari seri Extreme yang masih mungkin di aplikasikan pada P27K dengan sedikit sentuhan modifikasi. Sedangkan core i7 4950HQ dan 4960HQ yang membekal Intel Iris Graphics, tidak di dukung oleh chipset H87M yang ada pada P27K.

Gigabyte P27K memiliki opsi storage yang sangat baik, 1 buat slot m-SATA (di bawah keyboard), 2 buah port SATA 2.5″ yang bisa menampung hardisk berkapasitas hingga 1TB per port-nya. Untuk unit yang kami review, Gigabyte membekali sebuah m-SATA SSD berkapasitas 256GB sebagai partisi system (OS) plus 2 buah HDD WDC 750GB/7200 rpm yang di dedikasikan sebagai partisi DATA (Massive Storage).

m-SATA 2Selanjutnya adalah bagian RAM. Gigabyte P27K, di bekali 3 buah slot RAM DDR 3 yang dapat menampung hingga 24GB pc 1600MHz (dengan mengistall CPU core i7 <Quad Core>). Di unit yang kami uji, pihak Gigabyte juga membekali 3 keping RAM sekaligus (2 buah RAM 8GB dan sebuah RAM 4GB).

Performance

Nah, pada uji performa Gigabyte P27K kali ini, tim membandingkannya dengan ASUS ROG G750JW yang sudah cukup lama hadir dengan opsi GPU GTX765M plus core i7 dari keluarga Intel Haswell. Namun G750JW maupun seri G750 lainnya sangat tidak rekomended dari sisi upgradibility. Nah, disinilah P27K hadir memberi opsi di luar performa CPU dan GPU.

Beberapa screenshoot synthetic benchmark.
Beberapa screenshoot synthetic benchmark.

Tim sudah berusaha memaksimalkan semua parameter untuk mengejar skor 17000 pada mode Performance 3D Mark Vantage seperti informasi pada website. Namun memperbarui driver dan trik optimasi yang tim lakukan tidak memberi banyak bantuan. Skor tertinggi untuk preset Performance pada 3D Mark Vantage yang tim dapat hanya berkisar di angka 15000-an. Hal ini mengingatkan tim akan aplikasi GPU boost yang biasanya hadir dalam Gigabyte P series. Sayangnya, pada P27K, fitur ini absen. Dilihat dari tabel perbandingan pada artikel round-up sebelumnya CPU core i7 4900MQ pada Gigabyte P27K paling terlihat unggul pada pengujian 3DMark 06 (15,4%) di bandingkan core i7 4700HQ pada ASUS ROG G750JW dan lebih cepat 26,6% di banding core i5 4200M pada Xenom Shiva.

Jika kekuatan core i7 4900MQ jika di rata-rata, unggul sekitar 10% di banding core i7 4800MQ, unggul 15% di banding core i7 4700HQ dan 26% di banding core i5 4200M, nah untuk performa RAM sebesar 20GB dalam mode dual channel pada Gigabyte P27K mampu memberikan peningkatan performa sebesar  35% dibanding system pada G750JW yang hanya menggunakan RAM 8GB. Walau hal ini memang tak berlaku di semua aktifitas dan hanya penilaian dari sisi benchmark synthetic, namun bisa menjadi acuan penting bahwa memaksimalkan system memory merupakan satu langkah bijak untuk meningkatkan performa sistem komputer.

Battery, Power Consumption & Power Adapter

IMG_3956

Berdasarkan pengujian performance per Watt, battery 8 cell pada P27K sangat baik menopang kinerja teknis di luar gaming. Power consumption i7 4900MQ dan GTX765M, tetap terlalu besar untuk di handle battery dengan maksimal daya 76W ini. Optimus akan langsung menghandel performa GPU saat source dari PLN di lepas.

Daya yang di konsumsi P27K saat Ci7 4900MQ dan GTX765M full load.
Daya yang di konsumsi P27K saat Ci7 4900MQ dan GTX765M full load.

Masih ingat review Gigabyte P25W sebelumnya? Pada paket penjualan P25W, pihak Gigabyte juga menyertakan adaptor dengan kapasitas yang jauh lebih kecil dari kapaitas yang di perlukan. Nah, adaptor yang di sertakan pada unit P27K yang dikirimkan ke kami juga sama persis spesifikasinya. Dan dari hasil pengujian dengan memberi beban penuh pada CPU dan GPU, daya yang di konsumsi P27K hampir menyentuh 140Watt. FYI, power adaptor berkapasitas 120Watt yang artinya bekerja 16% lebih berat. Secara teory, rata-rata power adaptor bawaan pabrikan memang punya efisiensi di atas 90%, namun tetap di sinyalir adaptor ini akan bekerja lebih berat.

BEPro P27K

Dengan dimensi barebone yang lega, kapasitas battery 8 Cells (Li-polymer, 5200mAh, 76.96Wh) bukan sesuatu yang sulit untuk di aplikasikan pada P27K. Disini performa battery bawaan Gigabyte P27K sebenarnya cukup baik, namun masih kalah dengan battery bawaan ASUS ROG G750JW. Kemampuan battery manajemen sebuah sistem komputer juga turut mempengaruhi di poin pengujian ini, jadi bisa di bilang, ASUS sedikit lebih sempurna dalam hal battery manajemen.

Conclusion

Sebagai notebook gaming 17.3″, Gigabyte P27K menawarkan opsi upgrade yang luas guna menutupi kekurangannya di sisi GPU custom. Bagi anda yang tidak bermasalah bermain game di resolusi 720p, GTX765M pada Gigabyte P27K bisa anda andalkan, walaupun resolusi full-HD menjadi tidak maksimal.

Fitur jenis software yang biasanya ada pada seri P, banyak yang tidak di sertakan pada P27K ini. Smart Switch adalah satu-satunya fitur yang bisa di temui pada unit P27K yang kami review, bisa di bilang, untuk fitur on windows, P27K tertinggal jauh dari seri P34G, apalagi P25W.

Pros :

  • Opsi upgrade RAM & Storage luas

Cons :

  • Noise dari Fan cukup tinggi

Fair :

  • Harga lebih terjangkau dari rata-rata notebook Gaming Gigabyte, namun banyak pemangkasan fitur.

Produk terkait

Follow us @pemmz, facebook, slideshare

promo Aorus X7 DT GTX 10

1 COMMENT

  1. Admin brarti ini notebook, jika untuk game mesti di turunkan ke 1366 x 760 ?

    Tidak bisa full HD ya, atau jika bisa performa akan turun ??

    Untuk masalah batre, itu kurang di powernya apa bagaimana Min (masih bingung) ?

    Mohon penjelasannya Min, senang sama ini notebook 🙂

Leave a Reply