intel-hd-5000-haswell-ultrabook

Apakah anda sedang ingin membangun sebuah komputer baru dalam waktu dekat ini? Atau mungkin anda malah Ingin coba rakit dengan memilih sendiri spesifikasi komponen untuk Desktop PC anda karena bosan dengan tawaran spesifikasi yang di tawarkan toko-toko komputer yang sering kali menjebak?. Berarti anda perlu info yang satu ini.

<

Overview

Sejak Era Intel Core i (Nehalem), Memory controller sudah di jadikan satu dalam processor, sehingga yang biasanya ada dua Chipset utama dalam sebuah Motherboard, sekarang yang tersisa hanya Southbridge saja. Hal ini terus berlanjut hingga generasi ke-4, Haswell yang akan kita bahas kali ini.

z87-slider2

Chipset Branding

Kita akan langsung membahas tentang keluarga Chipset Intel untuk processor generasi k-4 mereka, dalam artikel ini kita akan bandingkan Intel Haswell chipset Z87, H87, dan H81. Namun, sebelum kita bahas perbedaannya, Pemmz akan sedikit terangkan tentang informasi Kasta dari masing-masing chipset Intel sejak era Tick-Tock.

Intel X- Series:

Atau kelas “Enthusiast”. Ini platform Intel yang paling mahal. Dimulai dari X58 yang merupakan chipset pertama untuk Intel Core i7 generasi awal, Nehalem. Kemudian di lanjutkan oleh chipset X79 yang di peruntukan pada Sandy-Bridge-E. Jika sesuai rencana, sekitar September akan di rilis penerus generasi ke-3 yakni Ivy-Bridge-E, tapi akan menggunakan X89 atau bukan sebagai nama chipsetnya, belum begitu jelas.

intel-x79-chipset

Intel Z- / P- Series:

Kategori “Performance”. Walau P-series sudah tak lagi di pakai,  Z- dan P-series ada dalam level yang sama yakni “performance computing”.  Segmen ini banyak di minati kalangan advance yang sering melakukan praktek “Push To the Max” mulai dari Overclocking, upgrade hingga 4x GPU dan lain-lain. Karena Z series di bekali fitur-fitur yang mendukung semua itu, dukungan hingga 4 buah VGA misalanya.

Intel H- Series:

Atau seri “Mainstream”. Seri H di design untuk kalangan yang “Stay As Default” atau yang tidak tertarik untuk mengoverclock maupun memasang VGA Card lebih dari 1 buah. Dukungan kapasitas Memorinya pun separuh dari Z series. Karena itulah, pada Motherboard dengan chipset H series, maksimal hanya ada dua buah slot memory dan 1 slot PCI X16.

Intel Q- / B- Series:

Seri ini untuk beberapa kalangan (biasanya Enterprise) yang menginginkan sedikit tambahan feature seperti security misalnya. Sedangkan B Series, lebih kepada Z series yang di lucuti beberapa featurenya.

Refresh Haswell

Haswell diciptakan untuk mampu memberi performa lebih baik tanpa mengorbankan battery. “Stuttered” sleep states (S0iX) adalah salah satu fitur andalannya, dimana fitur ini memungkinkan CPU masuk ke mode “nyaris” tidur saat pengguna tak sedang menuntut aktifitas lebih (low priority task). Fitur ini mampu mengembalikan keadaan CPU ke kondisi ready to count dalam hitungan 1ms. Mirip seperti fitur DevSleep yang sadang marak pada teknology SSD, bedanya, butuh waktu sekitar 250ms untuk sebuah SSD kembali “full operation.

Yang lebih spesial, VRM (Voltage Regulator Module) pada generasi Haswell sudah di integrasikan dalam CPU, yang akan membuat CPU Intel mampu secara langsung mengontrol dan mengawasi konsumsi power dan kebutuhan daya, sekaligus memaksimalkan efisiensi khususnya saat idle.

Intel Z87 vs. H87 & H81 Chipset Differences

Sebelum kita lihat perbedaan tiap-tiap chipset dan apa saja yang di tawarkan, ada baiknya kita mengetahui fitur baru yang di bawa oleh semua lini Intel 8 series. Yang paling umum di tawarkan oleh chipset generasi ke-8 adalah, Semua lini sudah bermigrasi ke interface SATA III (6Gbps) dan tambahan kanal aktif untuk koneksi USB 3.0 (meskipun membawa problem saat S3/S4 resume aktif). Pertanyaannya? Penting kah untuk kita? Jika jawabannya tidak, lebih baik kita bertahan pada yang sudah ada saja dulu.

Namun, Jika di rasa sudah waktunya upgrade, mari kita kupas satu persatu.

Z87:

intel-z87-chipset

Jika anda butuh peningkatan performa sewaktu-waktu lewat metode overclock (BLCK, multiplier sampai Voltage), Intel Z87 adalah pilihannya. Selain CPU, Z87 juga sudah di kembangkan untuk memaksa RAM bekerja dalam frequensi hingga 3GHz, walau masih terbatas pada 4x dimm. Atau anda berencana menambah jumlah VGA Card anda di kemudian hari? Z87 juga memungkinkan konfigurasi multi VGA Card yang lebih modular mulai dari x16, x8/x8, atau x8/x4/x4 baik secara SLI ataupun CrossFire.

Seperti Z77, Z87 juga menawarkan fitur storage manajemen, seperti RST dan SSD Caching via SRT.
Jadi jika anda hanya butuh bermain game dengan lancar tanpa ingin mengutak-atik hardware, sebaiknya pilih CPU non-K dan salah satu chipset di bawah ini.

H87:

intel-h87-chipset

Pada H87, Intel menghilangkan kemampuan advanced overclocking untuk CPU juga memory, Optimalisasi power untuk SSD (walau pengaruhnya kecil untuk platform desktop), dan menurunkan konfigurasi multi GPU ke dua pilihan saja, x16 atau x8/x8. Yang pasti, H87 mubazir jika di sandingkan dengan processor K-Series.

Untuk anda yang tetap ingin memanfaatkan hybrid Storade, Intel H87 masih memberi fitur SRT (Smart Respone Technology) dan RST (Rapid Storage Technology).

H81:

Paling pas di jadikan sebagai HTPC sebenarnya. Karena H81, seperti seri Hx1 sebelumnya, di ciptakan sama sekali untuk anda yang tak akan merubah spesifikasi komputer sampai komputer tersebut rusak :D. Cukup banyak fitur yang di pangkas pada seri ini seperti SATA port hanya dua buah, single VGA Card only, PCI-e 2.0 lane yang di sisakan 2 buah, dan yang paling parah adalah slot DIMM (RAM) yang hanya dapat menampung 2 keping saja. Sama sekali tak ada fitur overclocking dan tentu saja, optimalisasi storage.

Conclusion: Jadi mana yang cocok untuk kita? 

Semua sudah di jabarkan di atas, tapi mari sedikit menyederhanakan :

  • Jika anda suka seting performance, utak-atik bios dan modifikasi hardware, pilih Z87 plus Processor K-Sseries.
  • Jika anda tak terlalu suka repot dan hanya mementingkan kualitas akhir, pilih H87.
  • Jika anda ingin membangun HTPC atau desktop tapi dengan kemampuan minimal, pertimbangkan H81, namun H87 bisa memberi manfaat lebih di kemudian hari.

So, selamat berburu Motherboard 😉

Lebih Lanjut

promo Aorus X7 DT GTX 10

12 COMMENTS

  1. Gan, sorry… mudah2an ga salah masuk, aku mo rakit PC Gaming (sebutlah utk High Class Game ex. BF4 or COD Ghost or later class), yg diharapkan (paling tidak) bs brtahan utk 2 tahun k depan, kira2 mobo intel yg mana and chpset yg mana yg lbih cocok, sgb catetan aku ga suka main OC, thanks Gan…. please Gan!

    • Jika kedepannya anda tidak banyak melakukan upgrade (SLI, RAID) atau penambahan komponen (PCI adapter, dll) anda bisa pakai H87.
      kenapa H81 tidak kami sarankan untuk mesin gaming, umumnya, H81 sangat minim fitur baik secara hardware (kontroler) maupun software (CPU+GPU mode/OC). Juga kualitas pendingin chipset pada motherboard-motherboard H81 tidak akan cukup menemani komponen yang di geber 8 jam sehari misalnya. Belum lagi perbedaan kualitas komponen antara motherboard High-End dan Low-end (umumnya H81 low-end semua)

      Thx sudah mampir dan Semoga membantu.

    • Secara fitur & spesifikasi, H81 sangat mumpuni sebagai basis pc games. Namun bukan pc games yang opsi upgradenya luas (tidak support SLI, storage port terbatas, I/O port minim). Yang paling perlu di perhatikan, gaming identik dengan komputasi ekstra berat dengan durasi yang lama. Sedangkan rata-rata motherboard H81 tak di lengkapi komponen VRM (Voltage Regulator Module) yang menunjang durabilitas.

      Semoga membantu.

  2. Wah, baru kebaca sekarang nih #plak
    gak salah aku milih pc ku saat ini mas Rifan, core 4570+h87 tapi memori 1333mhz (hehe). Maklum, di kasih dana ortu 15 juta aja :3

    Pas itu padahal mau ke z87, tapi pas itu juga brand yang tak suka tinggal h87 dan b85 (gigabyte hehe).

    Alhamdulillah, game-gameku lancar di mainkan 🙂

Leave a Reply