Tips & Trick Adobe Photoshop | Mengenal dan Menerapkan Warna untuk Brosur

Tutorial
Tutorial Photoshop

Sebelum kita memulai tutorial Tips & Trick Adobe Photoshop brosur, ada baiknya kita mengenal tentang warna terlebih dahulu. Bagi para desainer, mungkin permainan warna sudah merupakan hal yang biasa. Seringkali saya mendengar seorang desainer atau orang yang membuat desain brosur berkata, “saya hanya menggunakan ‘feeling’ untuk mendesain brosur ini”.  Ya, benar ‘feeling’ kita butuhkan untuk membuat desain yang bagus. Hanya saja, dengan mengenal lebih dalam mengenai teori dan jenis warna, maka kita dapat memperbaiki ‘feeling’ kita dalam mendesain.

Jenis-jenis Warna
Jenis-jenis Warna

Warna pada dasarnya terbagi menjadi 3, yaitu warna primer, warna sekunder, dan warna tertier.  Warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Warna sekunder merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru. Sedangkan warna tertier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.

Buku Desain
Buku Desain

Warna-warna tersebut dapat Anda pelajari lebih dalam lagi dalam pelajaran desain atau buku desain karena pembahasan yang penting berkaitan dengan peningkatan ‘feeling’ dalam pengaplikasian warna untuk brosur baru akan saya mulai.

Warna Netral
Warna Netral

Kita mulai dari warna netral yaitu hitam dan putih. Kenapa disebut netral? Karena warna tersebut dapat masuk ke segala warna. Kemudian kita juga mengenal warna panas, seperti merah, jingga dan kuning, termasuk warna merah jingga, merah ungu, dan kuning jingga. Warna-warna ini biasanya menimbulkan perasaan ceria, meriah, riang, dan sebagainya. Sedangkan warna sejuk atau dingin merupakan kumpulan warna biru, hijau, ungu, biru ungu, biru hijau dan merah ungu. Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat, sedangkan warna dingin sebaliknya. Campuran antara kedua warna ini dalam sebuah desain akan menimbulkan perasaan harmonis dan enak dipandang. Sedangkan untuk warna netral dapat digunakan sebagai penyelaras atau penenggah antara warna-warna tersebut.

Berikut adalah contoh perbedaan dominasi warna panas dan dingin dalam sebuah brosur:

Dominan Warna Panas
Warna Panas
Warna Dingin
Warna Dingin

Warna panas dan warna dingin yang dominan pada background secara tidak langsung mempengaruhi kita. Warna panas akan membuat kita bergairah melihatnya, lebih dekat, sedangkan warna sejuk akan membuat kita merasa lebih tenang, damai. Mana yang lebih menarik? Tergantung selera dan suasana hati.

Sekarang saya akan membahas langkah-langkah dan Tips & Trick Adobe Photoshop dalam membuat brosur.

Background
Background

Pertama-tama pilih gambar background yang hendak kita buat. Namun sebelumnya tentukan dulu perasaan yang ingin kita timbulkan kepada orang yang akan kita berikan brosur. Kemudian tempat dimana kita akan membagikan brosur. Jika saat kita membagi brosur pada siang hari yang terik, maka warna sejuk akan menjadi pilihan yang lebih baik. Namun jika dibagikan pada malam yang dingin, maka lebih baik berikan warna panas yang lebih dominan.

Pilih Font
Pilih Font

Setelah menentukan Background sekarang kita menentukan jenis font yang ingin kita gunakan. Tulis pesan yang sesuai dan menjual. Pastikan pesan yang Anda tulis adalah sesuatu yang real dan memang ada, karena jika tidak pelanggan bisa saja kecewa karena merasa tertipu.

Pilih Warna Font
Pilih Warna Font

Langkah berikutnya adalah menentukan warna Font yang mencolok, bisa dibuat kontras atau berlawanan dengan warna background atau dengan warna sedikit halus dan tidak terlalu berbenturan dengan warna background.

Blending Option
Blending Option

Pada pilihan layer, pilih layer style dan blending options.

Bevel Options
Bevel Options

kemudian aktifkan bevel untuk memberi sedikit efek timbul pada tulisan.

Hasil Editan Brosur
Hasil Editan Brosur

Editan selesai dan jadilah sebuah brosur sederhana yang mengedepankan informasi. Jangan lupa untuk menambahkan alamat dan kontak. Karena ini hanya sebuah contoh, jadi saya tidak menyertakan alamat dan kontak. Demikian tips dari saya, semoga membantu. 🙂

Ryu Kiseki

loading...

Tinggalkan Balasan